-
Hukrim

Humas Polda Sosialisasi Setop HPPUS dan Grooming

46
×

Humas Polda Sosialisasi Setop HPPUS dan Grooming

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA SOSIALISASI - Paur Anev Subbid PID Bidhumas Polda Kalteng Ipda H Shamsudin memberikan sosialisasi Setop HPPUS kepada para pelajar SMAN 1 Kahayan Tengah.
-

*Di Hadapan Ratusan Pelajar SMAN 1 Kahayan Tengah di Arboretum

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Komitmen Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam mengalakkan edukasi terkait bijak bermedia sosial patut diapresiasi. Hal ini dibuktikan Bidhumas Polda dengan kembali melaksanakan sosialisasi di SMAN 1 Kahayan Tengah, Pulang Pisau, Kamis (29/9) siang.

Sosialisasi berbeda dengan kegiatan sebelumnya, dilaksanakan di Arboretum di bawah pepohonan yang rindang.  Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol K Eko Saputro menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada para pelajar agar memahami dan lebih bijak dalam penggunaan media sosial.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pelajar SMAN 1 Kahayan Tengah, sehingga dapat lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan Medsos,” ungkap Kabidhumas.

ISTIMEWA
SOSIALISASI – Paur Anev Subbid PID Bidhumas Polda Kalteng Ipda H Shamsudin memberikan sosialisasi Setop HPPUS kepada para pelajar SMAN 1 Kahayan Tengah.

Paur Anev Subbid PID Bidhumas Polda Kalteng Ipda H Shamsudin memberikan materi tentang Setop HPPUS (Hoax, Pornografi, Perjudian, Ujaran Kebencian dan SARA).  “Kami ingatkan kepada para pelajar, kalau mendapatkan berita atau informasi yang meragukan, tanyakan dulu kepada pihak terkait atau tanyakan dulu ke Bidhumas Polda Kalteng. Kata kuncinya adalah saring sebelum sharing,” ucap Shamsudin atau biasa disapa Cak Sam.

Lebih lanjut, Cak Sam juga menegaskan selain materi bijak bermedsos dan Setop HPPUS, pemahaman terkait tindak kekerasan seksual terhadap anak dengan modus grooming juga diberikan. Modus grooming ini sering digunakan oleh pelaku tindak pidana kekerasan seksual untuk menjerat calon korbannya. Salah satu contohnya dengan membangun kepercayaan dan perhatian khusus kepada calon korban, seperti sering memberikan hadiah, uang, makanan dan lain-lain.

“Kami mengimbau untuk seluruh pelajar agar tidak takut melaporkan kepada pihak berwajib, apabila menjadi korban tindak pidana kekerasan seksual,” pungkasnya. Materi dalam sosialisasi juga turut disampaikan oleh Aipda Sujatmiko Tri Mardiantoro.  ist

-
-
-