PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Sebanyak 1,4 kilogram narkoba jenis sabu dan 422 butir ekstasi diamankan Ditresnarkoba Polda Kalteng selama Operasi Antik Telabang 2022 yang berlangsung pada 5-29 September 2022.
Operasi Antik Telabang 2022 dilakukan bertujuan untuk menanggulangi kejahatan tindak pidana narkoba yang terjadi di Kalteng. Berdasarkan analisis dan evaluasi, tindak pidana narkoba di Kalteng terus meningkat setiap tahun.
Direktur Resnarkoba Kombes Pol Nono Wardoyo mengatakan, jika ditotal bersama Polres jajaran, maka selama Operasi Antik Telabang 2022, sebanyak 116 tersangka ditangkap dari 90 kasus yang diungkap. Total barang bukti yang diamankan berjumlah 1,9 kilogram.
“Dari 116 yang kita tangkap, 34 orang merupakan target operasi. 113 orang berperan sebagai pengedar maupun bandar, sedangkan 3 lainnya selaku pengguna,” katanya, Kamis (6/10).
Nono menjelaskan, selain pengungkapan kasus sabu, pencegahan turut dilakukan dengan melakukan razia dan tes urine ke sejumlah tempat hiburan malam. Dari 394 pengunjung THM di Palangka Raya yang disuruh tes urine, 20 orang positif narkoba.
“20 pengunjung yang positif narkoba kita kembangkan dan ternyata 85 persen dari mereka ini mengaku membeli dan memakai narkoba di Kampung Ponton, Jalan Rindang Banua,” jelasnya.
Menindaklanjuti temuan itu, razia gabungan kemudian dilakukan ke Kampung Ponton pada 27 September lalu. Di sana ditemukan ratusan alat bukti sabu dan sebuah bangunan yang dijadikan sebagai tempat pembelian dan pemakaian sabu.
“Wilayah tersebut memang didesain sedemikian rupa, sehingga hanya orang tertentu yang bisa masuk. Kami tidak akan berhenti di sini melakukan pemberantasan, untuk itu diminta masyarakat juga mampu berkontribusi menciptakan Palangka Raya bersih dari narkoba,” tuturnya.
Nono menambahkan, lokasi terpencil dan akses jalan yang sempit menjadi kendala dalam upaya pemberantasan narkoba di Kampung Ponton. Sejumlah penjaga yang memang disiapkan oleh bandar narkoba selalu siap memonitor pergerakan aparat yang datang ke sana.
“Tidak semua warga di sana jelek, hanya kami mengharapkan bagi warga yang ingin kampungnya bersih, agar bekerja sama dengan kepolisian. Negara tidak boleh kalah dengan pengedar narkoba,” tegasnya. fwa











