PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Senator Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang, memberikan perhatian khusus bagi anak muda Kalteng. Motivasi, dorongan semangat, dan juga spirit dalam upaya mempersiapkan generasi muda ini menghadapi begitu banyak tantangan ke depan.
Momentum peringatan Sumpah Pemuda Ke-94, kata Gubernur Kalteng Periode 2005-2015 ini, menjadi pemicu dan pemacu bagi kaum muda di Kalteng untuk tumbuh dan berkembang dalam mempersatukan, memakmurkan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa, terkhusus generasi muda dalam menghadapi Indonesia Emas di tahun 2045.
”Tantangan memang begitu banyak ke depan, Namun jangan patah semangat. Justru ubah tantangan itu menjadi peluang dan kesempatan demi memberikan kesejahteraan. Dibalik tantangan tersebut, juga hendaknya menjadi peluang yang harus dihadapi, dan direnggut, serta dilestarikan,” kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng, saat memberikan pesannya bagi kaum muda Kalteng di momentum peringatan Sumpah Pemuda ke-94, di Palangka Raya, Kamis (27/10).
Tantangan ke depan, Teras Narang sampaikan ada begitu banyak. Sebut saja masalah kesehatan, pendidikan, pangan, energi, keuangan/ekonomi, serta lingkungan hidup. Ini adalah tantangan bagi generasi muda di Indonesia, khususnya di Kalteng. Tantangan yang kita hadapi ke depan adalah menjadi peluang bagi generasi muda dalam berkiprah ke depan.
Bonus demografi di tahun 2035, Teras Narang mengingatkan, sudah ada dihadapan kita, terutama generasi muda. Karenanya semangat Sumpah Pemuda itulah yang terus kita dengungkan dan kembangkan.
Jangan juga melupakan Pemilu dan Pilkada 2024 yang akan datang, ungkap Teras Narang, hendaknya momentum tersebut agar digunakan generasi muda Kalteng melakukan perubahan. Tentu melakukan perubahan yang lebih baik lagi, sehingga diharapkan terciptanya keadilan dan kesejahteraan sesama bangsa, dengan tetap bersemangat Sumpah Pemuda, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kita berbeda, tapi kita satu, bangsa Indonesia, yang ada di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Kalteng. Amun dia wayah tuh, pea hindai ? (Kalau tidak sekarang, kapan lagi ?) Amun dia itah,eweh hindai ? (Kalau tidak kita, siapa lagi ?).ded/dor











