Spirit Kalteng

Gerdayak Sesalkan Pembakaran

25
×

Gerdayak Sesalkan Pembakaran

Sebarkan artikel ini
Gerdayak Sesalkan Pembakaran
ketua Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Kalteng Yansen Binti

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Ketua Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Kalteng Yansen Binti menyesalkan aksi mahasiswa yang tergabung dalam GERAM yang dinilai telah menghina simbol-simbol negara, dengan cara membakar foto Gubernur dan Wakil Gubernur saat memakai atribut lengkap.

“Kami sangat menyayangkan sikap adik-adik mahasiswa kemarin yang membakar simbol-simbol negara. Kami ingatkan agar jangan terjadi lagi. Jangan mencontoh aksi anarkis unjuk rasa di luar sana, karena kita di sini menjunjung tinggi Belum Bahadat dan falsafah Huma Betang,” ucap Yansen usai pelaksanaan upacara Hari Sumpah Pemuda Ke-94, Jumat (28/10).

Yansen juga mengingatkan agar mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi dengan elegan atau melalui forum dialog. Karena menurutnya, penyampaian aspirasi di depan publik tidak melanggar atau terikat dengan aturan hukum, dalam arti siapa pun bisa menyampaikan pendapat dengan cara demokratis, namun harus tetap mengedepankan sopan santun, bermoral serta beretika.

“Terus terang sebagai anak pejuang, saya tidak terima kalau simbol-simbol negara dihina.  Kami tidak melarang penyampaian aspirasi, tapi sampaikan aspirasi dengan baik. Masyarakat kita Kalteng memiliki cara-cara musyawarah dan dialog dalam menyuarakan aspirasi, di mana duduk bersama berdialog, bukan dengan cara anarkis membakar-bakar simbol negara atau menghina penjabat-penjabat negara,” ujarnya.

Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa dan di pundak generasi muda terdapat tanggung jawab pembangunan ke depan. Sehingga dalam menyampaikan pendapat atau aspirasi di depan publik, diharapkan mahasiswa tidak menggunakan cara-cara yang dianggap anarkis.

“Mahasiswa adalah kaum terpelajar, jadi jangan gunakan cara-cara anarkis dalam menyampaikan aspirasi atau pendapat, terlebih di Kalteng. Karena di Kalteng adalah Huma Betang, yakni mengedepankan semangat saling menghargai, hidup rukun,  musyawarah dan mufakat serta dialog,” pungkas mantan Anggota DPRD Kalteng periode 2014-2019 ini. nvd