Spirit Kalteng

3 Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Ditemukan di Kalteng 

32
×

3 Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Ditemukan di Kalteng 

Sebarkan artikel ini
3 Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Ditemukan di Kalteng 
Kepala Dinkes Kalteng dr Suyuti Syamsul MPPM

*2 Meninggal, 1 Minta Pulang

PALANGKA RAYA-Kasus gangguan gagal ginjal akut misterius pada anak ditemukan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Kini jumlahnya sudah ada 3 kasus. Kasus pertama asal Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) dr. Soetomo Surabaya namun meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr Suyuti Syamsul MPPM ketika dikonfirmasi, membenarkan ditemukan lagi 2 kasus baru pasien gangguan gagal ginjal akut misterius pada anak di Kalteng. Satu kasus terdeteksi di Kabupaten Seruyan tapi kemudian pasien pulang dari rumah sakit atas permintaan sendiri dan sampai saat ini belum ada laporan perkembangannya.

“Satu orang sempat dirawat di IGD Rumah Sakit Doris Sylvanus selama sejam rujukan dari rumah sakit umum daerah Puruk Cahu namun pasien meninggal dunia. Jadi totalnya saat ini ada 3 kasus,” kata Suyuti, Senin (31/10).

Langkah yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng sesuai dengan kewenangannya, obati yang sakit kemudian edukasi masyarakat untuk memantau urin anaknya dan membantu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi apotik di daerah yang belum ada kantor BPOM.

Sementara itu, Suyuti menegaskan gangguan ginjal pada anak bukan penyakit menular, orang tua diimbau memperhatikan urine anaknya, kalau jumlahnya berkurang atau tidak ada sama sekali, diminta segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Dari pasien yang terdeteksi, lanjut Suyuti, ditemukan berkurangnya jumlah urin bahkan tidak ada sama sekali, pemeriksaan ureum creatinine nilainya melebihi ambang batas normal. Suyuti menambahkan kapasitas rumah sakit dari cukup untuk merawat pasien gangguan ginjal akut ada anak apabila ditemukan banyak kasus, namun Suyuti prediksi tidak akan banyak kasusnya karena bukan penyakit menular. yml