Pesta Pora 2 Dekade Stonehead Palangka Raya

Pesta Pora 2 Dekade Stonehead Palangka Raya
Pesta Pora 2 Dekade Stonehead Palangka Raya
ISTIMEWA
DUA DEKADE- Keriuhan dalam pesta pora special show “STONEHEAD 20 YEARS STRONG”, perayaan 2 dekade berdirinya Stonehead di Barberink Park Palangka Raya, Minggu (30/11/2022).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID Dua dekade telah berlalu, hadirnya band Stonehead telah mewarnai skena musik beraliran keras di Kota Palangka Raya. Band bergenre Hardcore ini terbentuk pada 2002 silam. Formasi terbarunya, Stonehead kini digawangi oleh Iman Siregar (vokal), Robbie Andika (Drum), Dadang Hermawan (bass) dan Nino Suandi (Gitar).

Akhir pekan lalu, Stonehead berkolaborasi dengan Sebuah Kolektif menggelar sebuah special show mereka yang bertajuk “STONEHEAD 20 YEARS STRONG” di Barberink Park, Palangka Raya. Aksi pesta pora mereka dibuka dengan penampilan beberapa band lokal seperti Tumbang, Beatover, Headquarter dan hingga Muram dari Banjarmasin.

Pesta Pora 2 Dekade Stonehead Palangka Raya

Stonehead tampil dengan membawakan 10 lagu, dan mereka berhasil membuat para penonton yang datang meluapkan energinya di arena moshpit. Stonehead berharap dengan adanya special show ini, bisa menjadi penambah semangat mereka dalam berkarya dan bisa memberikan dampak positif kepada para pendengar musik mereka.

“Tentu kami berharap, langkah panjang dalam berkarya selama 20 tahun ini bisa jadi pelecut untuk band-band maupun musisi-musisi lain di Palangka Raya agar bisa menjadi atau melampaui apa yang sudah kami capai. Tidak ada kata mundur dalam menghasilkan karya,” kata Iman Siregar dikutip dari rilisnya.

Monster Of Stonehead, mungkin nama yang cukup “asing” bagi kaum awam, adalah nama awal sebelum akhirnya mereka memutuskan bertransformasi menjadi Stonehead pada tahun 2004. Awal kemunculannya, Stonehead sering membawakan lagu-lagu dari Hatebreed, sebuah band hardcore asal Connecticut, Amerika Serikat.

Pada 2006 akhirnya Stonehead memberanikan diri merilis EP album untuk pertama kali, yang kemudian pada 2007 kembali disempurnakan menjadi full album pertama mereka “Discipline, Respect, dan Attitude”. Tak disangka, album tersebut berhasil membawa mereka mencicipi panggung skena musik underground kota Bandung dan Jakarta.

Kemudian dilanjutkan merilis beberapa single seperti Never Run (2009), Laillahaillallah (2013). Selanjutnya pada 2017, mereka kembali merilis full album kedua “Speak To the World”, yang disusul single Iman Jadi Tuhan (2019) dan pada tahun ini Stonehead kembali merilis single berjudul Never Fallin.

Dari sekian banyak karya yang dilahirkan Stonehead, menurut mereka album “Speak To the World” adalah album yang paling berkesan karena proses rekamannya dilakukan di salah satu studio rekaman ternama di Bandung yaitu Funhouse Studio Project, yang kemudian dirilis oleh label Bloods Records asal Bandung.

Album itu juga lah yang pada akhirnya sukses membawa mereka menjadi band underground asal Kota Cantik pertama yang membuka penampilan Madball, raksasa hardcore asal Amerika Serikat pada gelaran Jackcloth di Jakarta tahun 2017.

Sempat beberapa kali bongkar pasang personel tidak membuat semangat Stonehead meredup. Semua karya Stonehead bisa didengar di berbagai platform musik digital streaming, sedangkan untuk video musik bisa ditonton di kanal youtube “Stonehead Hardcore”, ataupun melalui instagram @stoneheadhardcore. rgb