-
Ekobis

Jajanan Tempoe Doeloe Mama Danesh Laris Manis di Kasongan

45
×

Jajanan Tempoe Doeloe Mama Danesh Laris Manis di Kasongan

Sebarkan artikel ini
-

Jajanan Dulu (Jadul) laris manis di Kabupaten Katingan, khususnya di Kasongan, diantaranya kue lupis, serabi, putu mayang, laksa, kokoleh gagicak, pare, laksa, bubur keruang, cenil, mpek-mpek dan sejumlah jadul lainnya.

Pasalnya, jadul ini kalau di Kasongan adanya hanya pada saat bulan Ramadhan (bulan puasa) saha. Dan tempat berjualannya pun terbatas di suatu tempat saja, yakni di pasar Ramadan.

Tapi, selama dua tahun, jadul ini sudah bisa didapat di Katingan, khususnya di Kasongan (ibukota Kabupaten Katingan), tanpa menunggu di bulan Ramadan. Sedangkan pembuat dan sekaligus pedagangnya adalah Mama Danesh, yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta.

Sementara penggemarnya (konsumennya) tidak hanya masyarakat kelas menengah ke bawah saja, tapi juga sejumlah pegawai dan karyawan kantoran. Diantaranya anggota DPRD, PNS, THL serta karyawan swasta. Sebab, jadul ini, selain rasanya nikmat (lezat) dan dengan harga murah, jadul ini tidak mengandung bahan kimia. Sehingga, konsumennya tidak terbatas dengan usia saja, tapi digemari oleh semua usia, dari usia 6 tahun hingga lanjut usia (lansia).

Pedagang jadul, Mama Danesh saat disambangi awak media Tabengan di tempat kediamannnya Jalan Soekarno Hatta, Jumat pagi (23/12) kemarin, mengatakan, jualan jadul ini sudah digelutinya selama dua tahun.

Alasan berjualan jajanan jadul ini awalnya menurutnya hanya mencoba-coba saja. Sebab, sebagian besar warung-warung dan cafe serta kuliner di Kasongan ini menjual jajajan modern dan tidak ada satu warung atau cafe pun yang jualan jadul. “Oleh karena itu, saya coba lah. Ternyata laris manis,” kata Mama Danesh.

Untuk sistem penjualannya selama ini menurutnya hanya menggunakan sistem online. Sedangkan harganya bervariasi, seperti kue putu mayang sekitar Rp 10 ribu/mika (isi 5 biji), lupis Rp 10 ribu/mika (isi 5 biji). Begitu pula jadul-jadul lainnya. Sementara untuk ongkos kirimnya (ongkir) di sekitar Kasongan sekitar Rp 5.000 per alamat. Jadi, jika pesanan 1 mika sekitar Rp 10 000 maka konsumen harus membayarnya sekitar Rp 15.000. Tapi, jika pesanannya 3 mika atau lebih, meskipun dihitung harga kue nya, namun ongkirnya tetap Rp 5.000 saja.

“Misalnya pesanan 10 mika, maka yang harus dibayar oleh konsumen sekitar Rp 100.000 ditambah ongkir Rp 5.000,” sebut ibu yang memilik 3 orang putra ini, seraya menyebutkan keuntungannya, antara Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per hari.

Menjawab pertanyaan awak media, dirinya membenarkan, dalam waktu dekat ini, selain jualan sistem online, juga akan mencoba membuaka jualannya di warung khusus jadul. Aris Munandar

-
-
-