“Untuk tilang manual masih belum dilakukan. Kita ganti dengan memperbanyak sosialisasi akan kepatuhan terhadap rambu lalu lintas,” ujarnya.
Eko menambahkan, penurunan terjadi kejadian juga terjadi pada kasus menonjol di Bumi Tambun Bungai. Jika pada 2021 lalu terjadi 58 kasus, kini di 2022 hanya 31 kasus.
“Melihat hasil evaluasi yang kita lakukan, dapat diambil kesimpulan jika pelaksanaan Nataru di Kalteng lancar, aman dan terkendali. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat yang telah turut serta menjaga kamtibmas,” pesannya. fwa











