Spirit Kalteng

Prodi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Segera Dibuka

30
×

Prodi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Segera Dibuka

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/NOVAN PRODI KEDOKTERAN UMPR- Rektor UMPR Dr H Muhammad Yusuf didampingi sejumlah Wakil Rektor saat menggelar konferensi pers terkait rencana pembukaan Prodi Kedokteran UMPR di tahun 2023.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, unggul dan berkarakter khususnya di bidang kesehatan, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) berencana membuka Program Pendidikan (Prodi) Kedokteran tahun 2023.

Hal ini disampaikan Rektor UMPR Dr H Muhammad Yusuf saat menggelar konferensi pers di Kampus II UMPR, Jalan Mahir Mahar, Selasa (24/7/2023).

Menurutnya, pembukaan Prodi dan Fakultas Kedokteran UMPR sempat tertunda karena moratorium dan saat ini moratorium tersebut telah dibuka, sehingga pembukaan Prodi Kedokteran bisa terealisasi.

“Pembukaan Prodi Kedokteran UMPR sebelumnya pernah kita ajukan ke Menteri Pendidikan saat Wakil Presiden Jusuf Kalla masih menjabat. Namun karena adanya moratorium pembukaan Prodi baru, maka prosesnya kita hentikan sementara dan kita bersyukur saat ini pemerintah sudah memberikan kesempatan lagi, maka kita mulai kembali prosesnya, yakni pembukaan Prodi Kedokteran UMPR,” ucapnya.

Dijelaskan, UMPR telah menyiapkan tenaga pendidik maupun tenaga pendidikan baik calon Dekan, Ketua Prodi hingga para dosen yang nantinya siap berkontribusi dalam pengembangan SDM Kedokteran di UMPR.

“Rencana pembukaan Prodi Kedokteran ini merupakan bentuk kepedulian UMPR terhadap masyarakat Kalteng khususnya generasi muda, untuk menyediakan tenaga kesehatan terutama Dokter, dimana UMPR juga sudah menunjuk Ketua Prodi Kedokteran bahkan calon Dekan,” ujarnya.

Kendati demikian, Muhammad Yusuf mengakui bahwa pembukaan Prodi Kedokteran bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, banyak persiapan yang harus dilakukan seperti menyiapkan Sarana Prasarana (Sapras) dan Fasilitas sesuai standar Kedokteran seperti gedung perkuliahan hingga laboratorium Anatomi.

“Memang yang paling berat dalam pembukaan Prodi maupun suatu Fakultas adalah menyiapkan Sapras dan Fasilitas yang standar. Misalnya, pembangunan gedung perkuliahan, penempatan lahan untuk membangun lab Anatomi dan untuk pembangunannya menunggu arahan dari pemerintah, termasuk Konsil Kedokteran, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), 2 lembaga inilah yang nantinya akan memverfikasi sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya. nvd

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *