Spirit Kalteng

Virus Covid-19 Kembali Bermutasi, Ini Kata Ahli Epidemiologi

14
×

Virus Covid-19 Kembali Bermutasi, Ini Kata Ahli Epidemiologi

Sebarkan artikel ini
Virus Covid-19 Kembali Bermutasi, Ini Kata Ahli Epidemiologi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Covid-19 kembali bermutasi, kini muncul varian baru XBB1.5 yang lebih dikenal dengan varian kraken. Varian baru ini sangat menular dibandingkan varian lain sebelumnya, namun gejalanya tidak hebat bahkan ada yang ditemukan tidak bergejala.namun info dari WHO varian ini menimbulkan kondisi pasca Covid.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) Rini FOrtina SKM, M.Kes menyampaikan, sebelumnya sudah ada peringatan munculnya varian baru Covid-19. Kendala yang dihadapi saat ini pemeriksaan untuk Whole Genome Sequencing (WGS) di Kalteng belum ada.

“Peringatan itu memang sudah ada, kesulitannya karena pemeriksaan untuk WGS nya belum ada untuk Kalteng. Harapan untuk masyarakat testing secara mandiri juga sulit. Masyarakat cenderung menganggap pandemi ini sudah selesai. Jadi pemerintah sekarang menyarankan untuk vaksin ke 4 atau booster ke 2 untuk melindungi masyarakat dari varian covid tersebut,” kata Rini, Kamis (2/2).

Sementara itu, status kesehatan masyarakat covid-19 Kalteng berdasarkan data mingguan 23 sampai 29 Januari 2023 dari Satgas provinsi Kalteng, Dinkes dan PAEI cabang Kalteng, lebih baik dari minggu sebelumnya dan berada pada zona risiko rendah. Ditandai dengan penurunan kasus baru lebih dari 50 persen dan tidak ada kematian. Pertumbuhan kasus baru dalam jumlah yang rendah dan terkendali.

Analisa potensi dan risiko penularan menunjukan melandainya risiko menjadi sakit dan cepatnya kesembuhan. Selain itu, lanjut Rini level keparahan penyakit di suatu daerah pada level yang rendah dan terkendali. Kemudian indikator kematian mingguan menurun menjadi tidak ada kematian.

“Standar indikator kumulatif Kalteng bersamaan menurun menandakan indikator endemis semakin menguat. Jumlah testing dalam sistem deteksi dini penularan penyakit cenderung tetap rendah di bawah standar WHO yakni 1 per 1000 orang per minggu sehingga mengurangi sensitivitas deteksi. Pergerakan penyakit cenderung lambat dan terkendali,” imbuh Rini.

Rini menambahkan analisa data minggu ini menunjukkan terkendalinya kasus Covid-19 di Kalteng sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar, namun penyakit tersebut masih belum hilang dalam mengancam kesehatan. Untuk itu penggunaan masker dan cuci tangan diharapkan tetap menjadi prioritas saat beraktivitas.

Edukasi dan pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan di masyarakat tetap menjadi prioritas sampai status pandemi dicabut. Kemudian, capaian vaksin ketiga (booster) masih perlu ditingkatkan untuk mencapai kekebalan maksimal dan mengantisipasi munculnya varian baru covid-19.

Selain itu, indikator kewaspadaan dini, jumlah testing sebaiknya tetap dipertahankan untuk pencegahan terjadinya kasus baru dan edukasi masyarakat untuk testing mandiri sebaiknya tetap diberikan. Kesiapan fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik untuk penanganan keparahan kasus baru Covid 19 yang masih ada pada individu rentan.

Menurut Rini berakhirnya PPKM sesuai Inmendagri No.53 Tahun 2022 berisiko menimbulkan kesalahpahaman pada masyarakat, sehingga edukasi terutama pada Prokes dan testing mandiri serta vaksin booster tetap perlu ditingkatkan untuk mencegah lonjakan kasus baru. Dari pemerintah perlu monitoring terhadap menurunnya masa imunitas sesuai waktu tetap perlu dilakukan di area Kesehatan serta pertimbangan terhadap munculnya varian baru covid-19 tetap perlu diawasi dan diwaspadai dengan ketat. yml