Spirit Kalteng

Program BTS di Gumas Gagal

27
×

Program BTS di Gumas Gagal

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kalteng dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kuwu Senilawati

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID Program pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dalam rangka mendukung wacana Indonesia Bebas Blank Spot, dinilai gagal.

Anggota DPRD Kalteng Kuwu Senilawati menyebut, banyak area pelosok yang telah dibangun tower telekomunikasi, namun masih belum aktif, sehingga program BTS yang dicanangkan oleh pemerintah pusat bisa dikatakan gagal.

“Saat melaksanakan reses ke Kabupaten Gumas, seluruh titik yang saya kunjungi hampir semuanya tidak ada sinyal telekomunikasi, salah satunya di Desa Tumbang Takaoi. Padahal Tower BTS sudah dibangun sejak 2022, tetapi belum beroperasi sampai sekarang dan begitu pula dengan sejumlah desa lainnya. Sehingga berdasarkan penilaian saya, program BTS di Kabupaten Gumas gagal,” ucapnya di Gedung Dewan, Selasa (7/3).

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng yang membidangi Hukum, Anggaran dan Pemerintahan ini juga mengatakan, berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat ketika melaksanakan reses, keberadaan sinyal telekomunikasi hanya berlangsung selama 2 hari ketika tower BTS selesai dibangun.

“Sinyalnya hanya ada selama 2 hari setelah tower selesai dibangun. Selanjutnya tidak ada sinyal lagi karena alat untuk penerima sinyal justru dibawa oleh petugas, sehingga sampai saat ini tower BTS yang dibangun seperti di Desa Tumbang Korik, Tumbang Takaoi, Tehang, Samui, Karya Bakti justru tidak berfungsi dan membuat masyarakat terisolasi,” ujarnya.

Wakil Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini berharap agar permasalahan masyarakat pelosok di Kabupaten Gumas, khususnya terkait sinyal telekomunikasi, bisa mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya dinas/instansi terkait. nvd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *