Spirit Kalteng

Seluruh Napi Kabur Ditembak

20
×

Seluruh Napi Kabur Ditembak

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/FERRY WAHYUDI PERS RILIS- Jajaran Polda Kalimantan Tengah bersama Kanwil Kemenkumham ketika melakukan rilis penangkapan tiga napi kabur 

+Curi Motor untuk Kabur ke Malaysia

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Langkah tegas diberikan tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dalam membantu melakukan penangkapan terhadap Narapidana Lapas Kelas IIA Palangka Raya yang kabur pada Jumat (3/3) lalu.

Tiga narapidana yang berhasil ditangkap, diberikan hadiah timah panas karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

Jihat dan Pancareno terpaksa dilumpuhkan di bagian kaki karena berupaya melarikan diri, sedangkan Prihartono harus tewas karena melawan menggunakan badik saat upaya penangkapan. Sebuah peluru timah panas harus menembus dada pria 44 tahun tersebut.

Direktur Reskrimum Polda Kalteng Kombes Pol Faisal F Napitupulu mengatakan, tindakan tegas dan terukur terpaksa diberikan karena upaya perlawanan yang dilakukan oleh tiga narapidana yang berhasil ditangkap di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Ini juga menjadi peringatan bagi narapidana Abdul Rahman yang kini masih dalam pengejaran. Segera menyerahkan diri, karena kami tidak segan memberikan tindakan tegas dan terukur,” tegasnya saat melaksanakan rilis di RS Bhayangkara, Selasa (7/3) malam.

Ia menyebutkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan diketahui jika tiga narapidana yang berhasil ditangkap tersebut bermaksud melarikan diri ke Malaysia.

Demi memuluskan aksinya, ketiga pelaku bahkan melakukan tindak pidana curanmor dengan mencuri dua unit sepeda motor jenis Suzuki Satria FU dan Honda Vario saat di sebuah masjid Jalan Mangkuraya, Kecamatan Sabangau. Kemudian melakukan pencurian kendaraan kembali saat melintas di Kabupaten Katingan.

Usai mendapatkan sepeda motor tersebut, ketiga pelaku lantas segera bertolak ke arah Kotim dan bersembunyi di perumahan pekerja kebun sawit.

“Tujuan mereka memang pergi ke Malaysia karena salah satu di antaranya pernah bekerja di sana. Otak pelarian ini adalah Prihartono dan Jihat,” sebutnya.

Sedangkan Kadivpas Kanwil Kemenkumham Kalteng Danang Yudiawan, menuturkan jika aksi pelarian empat narapidana tersebut diduga telah lama direncanakan.

Pelarian diawali dengan mencari besi rapuh pada pintu sel isolasi oleh Prihartono yang kemudian diikat menggunakan tali sekuat mungkin agar menyebabkan rongga besar yang muat dengan tubuh.

Empat narapidana tersebut lalu pergi ke arah gudang untuk memantau petugas jaga Lapas. Karena ada kesempatan, mereka lalu mengambil tangga dan membawanya ke arah tembok. Keempatnya lalu naik ke atas atap dan menggunakan sajadah sebagai penutup kawat beraliran listrik.

“Untuk bisa memanjat balkon, Prihartono naik ke pundak Pancareno. Sesampainya di atas, Prihartono memberikan tali yang terbuat dari sarung yang telah dianyam untuk menaikkan tiga temannya,” jelasnya.

Danang menambahkan, setelah berhasil keluar dari Lapas Palangka Raya, empat narapidana tersebut berjalan kaki ke arah Jalan Garuda menuju Jalan Rajawali hingga akhirnya memilih pergi ke arah Kelurahan Kereng Bangkirai.

“Dua narapidana yang berhasil ditangkap sudah kita amankan kembali dan saat ini telah dimasukkan ke sel isolasi. Akibat perbuatannya tersebut kami pastikan sanksi tegas akan dilakukan dengan mencabut hak-haknya sebagai narapidana,” pungkasnya. fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *