Spirit Kalteng

Teras Khawatir Jalan Rusak Picu Kenaikan Harga

13
×

Teras Khawatir Jalan Rusak Picu Kenaikan Harga

Sebarkan artikel ini
Teras Khawatir Jalan Rusak Picu Kenaikan Harga
Senator Kalteng Agustin Teras Narang

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kerusakan Jalan Palangka Raya-Gunung Mas sampai saat ini masih dirasakan dampaknya. Jelang ramadan, Senator Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang, sangat khawatir kenaikan harga terlalu jauh melambung tinggi kenaikannya. Penyebabnya, biaya angkut yang lebih mahal dan waktu yang cukup lama terbuang di jalan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng ini menjelaskan, infrastruktur dibangun tidak saja untuk membuka akses menuju sebuah daerah. Tapi juga untuk membuka keterisolasian, sekaligus mempermudah dalam mengirimkan atau mendistribusikan berbagai jenis kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok.

“Saya meminta infrastruktur yang sudah dibangun untuk dapat dijaga, dirawat dan dilakukan pemeliharaan. Bagaimana pun semua itu dibangun untuk kepentingan masyarakat. Infrastruktur yang rusak, akan memberikan dampak yang sangat besar nantinya. Waktu tempuh yang lama dapat membuat harga barang menjadi melambung tinggi kenaikannya. Hal inilah yang jangan sampai terjadi, dan langkah yang wajib ditempuh adalah pemeliharaan infrastruktur,” kata Teras Narang, menyikapi kondisi Jalan Palangka Raya-Gunung Mas jelang ramadan, Minggu (12/3).

Menurut Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini, pemerintah daerah juga tidak bergantung pada infrastruktur jalan saya. Sekarang ini sudah harus mulai memikirkan solusi lain dalam mengatasi kerusakan Jalan Palangka Raya-Gumas. Jalur sungai sudah harus menjadi pertimbangan dari pemerintah untuk dapat dilakukan.

Jalur sungai, jelas Teras Narang, kondisinya sekarang ini mengalami sedimentasi atau pendangkalan, kondisi ini harus dilakukan pengerukan oleh pemerintah. Jalur sungai bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Kalteng, dengan catatan kondisi sungai memang tidak mengalami sedimentasi, sehingga aman untuk dilalui. ded