“Jangan sampai ada personel yang tidak dapat bekerja karena tidak ada BBM. Tahun ini anggaran untuk bencana ada sekitar Rp100 miliar,” terangnya.
Sementara, Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, persiapan sedini mungkin bentuk pembelajaran dari pengalaman yang sudah-sudah.
“Dari pengalaman itulah kami mempersiapkan diri dari segi peralatan, segi operator, dan kita juga bersinergi dengan Korem dan jajaran, sehingga kita bisa memaksimalkan yang ada untuk memberikan pelayanan agar tidak terjadi bencana dan kita bisa menanggulanginya secara cepat dan baik,” jelasnya.
Nanang menegaskan akan melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan yang membuka lahan dengan cara membakar.
“Kalau ada unsur kesengajaan, kita akan naikkan ke penyidikan. Dan dari beberapa tahun belakangan ini, ada beberapa yang sudah diproses tindak pidana terkait karhutla ini dan kita limpahkan ke kejaksaan,” tegasnya. fwa











