Spirit Kalteng

KONI PUSAT SAHKAN SANCHO SEBAGAI PLT KETUM

14
×

KONI PUSAT SAHKAN SANCHO SEBAGAI PLT KETUM

Sebarkan artikel ini
KONI PUSAT SAHKAN SANCHO SEBAGAI PLT KETUM
Christian Sancho

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akhirnya memiliki Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum masa bakti 2020-2024, setelah Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Mengesahkan Christian Sancho melalui Surat Keputusan (SK) nomor 62/2023.

Sancho menyampaikan, SK Plt Ketum KONI Kalteng sudah keluar pada 15 Maret setelah selesai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI di Jakarta. Selanjutnya Sancho akan menggelar rapat dengan seluruh pengurus KONI Provinsi Kalteng untuk menyampaikan SK tersebut. Rencana rapat tersebut akan digelar sebelum puasa. Dia sudah meminta kesekretariatan untuk membuat surat undangan kepada pengurus.

“Dalam forum rapat koordinasi itu nanti saya sampaikan inilah SK penunjukan saya sebagai Plt Ketua Umum KONI Provinsi Kalteng, berarti KONI Kalteng sekarang sudah ada pimpinan Plt Ketumnya, semua kembali ke aturan, ke tupoksinya masing-masing bekerja satu pintu. Ada sekretariat, ada kantor, ada administrasi yang juga harus ditaati, jangan lagi ada sana sini keluar surat atas nama KONI,” kata Sancho, Jumat (17/3).

Setelah rapat koordinasi pengurus, selanjutnya Sancho bersama jajaranya bertemu dengan pemerintah daerah, tentu akan bersurat terlebih dulu melalui Kadispora dan Sekda meminta izin untuk bertemu Pak Gubenur, menyampaikan program kerja KONI dan kegiatannya lainnya, termasuk rencana Musorprovlub.

Tugas selanjutnya yang sangat mendasar, lanjut Sancho, mempersiapkan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), menunjuk OC dan SC untuk persiapkan panitia Musorprovlub. Kemudian juga memikirkan kebutuhan anggarannya dari mana karena sampai sekarang dana KONI Kalteng tidak ada.

Untuk itu, jadwal Musorprovlub masih belum bisa dipastikan kapan, hanya saja, lanjut Sancho, cuma SK itu kewenangannya sebagai Plt itu 6 bulan terhitung sejak SK diterbitkan Maret-Agustus untuk mempersiapkan Musorprovlub. Untuk itu akan ada rapat berkelanjutan guna mempersiapkan pelaksanaan Musorprovlub secara matang dan harus bisa mendapatkan figur yang betul-betul siap untuk perubahan dan kemajuan KONI  ke depan, untuk menyongsong Porprov, Pra PON dan PON Aceh-Sumut.

“Saya juga memikirkan itu, sesuai dengan surat penugasan Plt saya di situ ada bunyinya bahwa mempersiapkan dana dari pihak pemerintah daerah atau pihak ketiga. Setelah semuanya sudah siap kita akan membuka pendaftaran bakal calon ketua umum,” imbuh Sancho.

Sama seperti yang pernah Sancho sampaikan, siapa pun yang ingin menjadi ketua umum, dibuka pendaftaran selebar-lebarnya, tetapi ada beberapa catatan syarat yang harus dipenuhi, kemudian ada komitmen integritas untuk kemajuan KONI ke depannya.

Sancho menambahkan, terbitnya  SK Plt tersebut sudah final, dari hasil rapat pleno yang disahkan dari KONI Pusat, sehingga untuk masalah keberatan atau tidak puas pihak tertentu Sancho anggap tidak ada lagi. Untuk itu mengadakan rapat koordinasi selanjutnya dengan seluruh pengurus KONI Kalteng dan sekarang sudah fokus untuk persiapan menuju Musorprovlub.

Sancho menegaskan, selama ini dirinya tidak ngotot untuk bertahan di KONI, namun posisinya sebagai ketua harian menjalankan tugasnya, ditambah dengan surat pelimpahan tugas tambahan kepada dirinya dari KONI Pusat untuk menjalankan administrasi dan lainnya setelah ketua umum mengundurkan diri.

“Di KONI ini kan setelah ketua umum, ada ketua harian setelah itu ada waketum. Saya membuat surat ke KONI Pusat mempertanyakan status saya sebagai ketua harian, karena memang kita akui bersama ada klausul yang kurang lengkap di ADART dan PO KONI karena ADART 2020 dan PO KONI 2017, sehingga di PO tidak disebutkan adanya ketua harian. Tapi di pasal 18 itu disebutkan ketua umum terpilih bisa menunjuk ketua harian,” pungkas Sancho.

Sancho menambahkan, KONI Pusat menjawab suratnya itu dengan surat juga bahwa status ketua harian di KONI itu masuk dalam unsur pimpinan KONI dan bisa ditunjuk sebagai Plt ketua umum KONI Kalteng.  Dari dasar itu jadi pertimbangan dirinya bersedia menjadi Plt Ketum KONI Kalteng. Dirinya berpegang teguh pada aturan karena memang aturannya ada. yml