Di kala Yesus disambut di gerbang Yerusalem,
umat bagai lautan dengan palma di tangan (2x).
Gemuruh sorak dan sorai, “Kristus Raja Damai”
Yerusalem, Yerusalem, lihatlah Rajamu.
Hosanna, terpujilah, Kristus Raja Maha Jaya…

PEMBERKATAN– Pastor RD Patrisius Alu Tampu memberkati umat Katolik yang memegang daun palma saat misa Hari Raya Minggu Palma, di Gereja Katedral St Maria Palangka Raya, Minggu (2/4) pagi.
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Alunan lagu berjudul “Yerusalem, Lihatlah Rajamu!” di atas berkumandang di hampir semua Gereja Katolik, Minggu (2/4). Ya, kemarin, umat Katolik di seluruh dunia merayakan Minggu Palma, memperingati peristiwa saat Yesus disambut sebagai Raja di Yerusalem, Kota Daud, 2000-an tahun lampau. Peristiwa itu menandai permulaan dari kisah tragis yang dialami Yesus.
Tragis karena orang-orang Yerusalem yang mengelu-elukan Yesus itu pula yang pada akhirnya meminta Pilatus, Gubernur di Tanah Yudea saat itu, agar menyalibkan Yesus. Mereka yang bersorak “Hosanna, terpujilah Kristus”, belakangan malah mendesak Pilatus agar menghukum Yesus, dengan berteriak-teriak “Salibkan Dia”.
Tentara Romawi lalu menyalibkan Yesus di Bukit Golgota hingga wafat. Tapi pada hari ketiga Sang Juru Selamat bangkit. Peristiwa ini diimani umat Nasrani sebagai puncak dari karya penyelamatan Allah, melalui Yesus putra-Nya yang rela disalib hingga wafat. Itu karena cinta-Nya kepada manusia, ciptaannya.
Rentetan peristiwa itulah yang dalam pekan ini akan diperingati umat Kristiani di seluruh dunia. Mulai Minggu Palma kemarin, Kamis Putih saat Yesus menggelar Perjamuan Terakhir dengan para Murid-Nya, lalu Jumat Agung peristiwa Yesus wafat di salib, kemudian Sabtu Suci (malam Paskah) saat Yesus bangkit dari antara orang mati.
RD Patrisius Alu Tampu, Pastor Paroki Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya, usai misa Minggu Palma di Gereja Katedral, kemarin, mengatakan aksi puasa pembangunan nasional dalam rangka memperingati Paskah tahun ini mengangkat tema, “Keadilan Ekologi bagi seluruh Umat Ciptaan, Semakin Mengasihi dan Semakin Lebih Peduli”. Tema ini mengajak seluruh umat Katolik agar semakin mengasihi dan peduli terhadap sesama ciptaan Tuhan, baik manusia maupun lingkungan alam semesta.
“Mulai dari keluarga, lingkungan dan paroki, dengan aksi nyata menjaga kebersihan, mencintai kesehatan, mencintai kehidupan. Kemudian peduli terhadap sesama, mulai dari tetangga sekitar, peduli terhadap orang sakit, dan sesama yang berkekurangan,” pesan Pastor Patris, sapaan akrabnya.
Lanjut Pastor Patris, umat Nasrani juga harus peduli terhadap lingkungan alam, dengan menjaga dan melestarikan. Menanam pohon dan merawat. Paskah adalah perayaan kehidupan, perayaan keselamatan untuk semua ciptaan. Tuhan Yesus menebus manusia dengan pengurbanan salib.
Salib umat Kristiani, khususnya Katolik adalah mau berkurban. Karena cinta itu membutuhkan pengorbanan. Peduli itu juga harus berkurban. Maka di Hari Raya Paskah ini umat Nasrani diajak untuk merefleksikan cinta dan pengorbanan diri, agar lebih peduli dan semakin mencintai sesama ciptaan Allah. “Seperti Tuhan Kita Yesus Kristus yang mengasihi dan peduli terhadap manusia dan ciptaan-Nya, demikian juga kita pengikut Kristus harus mau dan semakin peduli dan semakin mengasihi sesama ciptaan,” pesan Pastor Patris. m ernest loe





