
PERIKANAN- Senator Kalteng Agustin Teras Narang saat mengunjungi Desa Mentaren II, Kabupaten Pulang Pisau pada kegiatan reses, beberapa waktu lalu.
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Perhatian serius diberikan bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng, Agustin Teras Narang. Berbagai potensi usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat mendapat dukungan penuh untuk terus dikembangkan.
Menurut Gubernur Kalteng Periode 2005-2015 ini, hasil kunjungan ke Desa Mentaren II, Kabupaten Pulang Pisau beberapa waktu lalu, diketahui desa tersebut memiliki potensi perikanan yang sangat menjanjikan. Pembudidaya perikanan di Desa Mentaren II rata-rata memiliki kolam ikan di belakang rumah masing-masing. Jenis ikan yang dikembangbiakan adalah ikan lokal, yakni papuyu dan patin.
Teras Narang menyampaikan, ada sekitar 32 kepala keluarga di desa ini telah dibantu oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau. Berkat bantuan ini, masyarakat terbiasa memelihara jenis ikan papuyu hingga patin di kolam mereka.
“Menurut warga, bibit jenis ikan patin dari bibit sampai panen, akan memakan waktu selama 5 bulan. Ukuran yang bisa dipanen, bisa mencapai 2 ekor per kg. Harga rata-rata per kg dapat mencapai Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Sementara untuk ikan papuyu menurut pembudidaya, sekali panen bisa mencapai 70 kg. Sekali panen durasinya antara 9-12 bulan. Lalu harga per kg di tingkat pembudidaya bisa mencapai Rpg 85 ribu,” kata Teras Narang, saat menyampaikan hasil reses ke Desa Mentaren II, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (4/5).
Ini, lanjut Teras Narang, adalah potensi perikanan yang menjanjikan dalam skala rumah tangga dan desa. Bayangkan bila ini dijadikan budidaya rumah tangga secara luas dan diintegrasikan pada banyak wilayah kita. Maka perikanan kita bisa bertambah lebih optimal, selain tiap rumah tangga bisa memenuhi kebutuhan pangannya juga.
Tantangan pembudidaya, tambah Teras Narang, terkait dengan pakan. Pakan mandiri katanya lebih lambat dibandingkan pakan pabrikan. Bisa selisih 2 bulan perkembangan. Kelemahannya ada pada kandungan protein. Selain itu, keasaman air tidak ada masalah, sebab PH air bisa mencapai 4-6.
“Saya harap sektor perikanan dan perkebunan, serta peternakan dalam beberapa tahun ke depan akan semakin pesat berkembang. Diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah kita yang membawa banyak kemajuan serta kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Teras Narang.
Kembali, ungkap Teras Narang,diharapkan ada semangat kebersamaan, semangat gotong royong, guna meningkatkan kehidupan masyarakat, guna terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan sebagaimana yang kita dambakan bersama. ded











