Spirit Kalteng

Kapal Kandas Dihantam Ombak, Seluruh Penumpang Selamat

17
×

Kapal Kandas Dihantam Ombak, Seluruh Penumpang Selamat

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA SELAMAT- Seluruh penumpang beserta motoris KM Mendawai Express berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, Sabtu (26/5).

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID– Sempat dikabarkan tenggelam, Sabtu (27/5) malam, seluruh penumpang Kapal Motor Mendawai Express dari Pagatan, Mendawai menuju Banjarmasin, Kalsel, dinyatakan selamat, termasuk kapal taksi yang ditumpangi, tidak karam.

Kapolres AKBP Mada Ramadita SIK melalui Kasi Humas AKP Daspin, Minggu (28/5), menyampaikan, terkait kapal yang diduga tenggelam itu, hanya mengalami kandas. Kapal tersebut tepatnya di Laut Jawa sekitar Ujung Malatayur Desa Sei Bakau, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau.

“Menurut keterangan dari Kapolsek Sebangau Kuala Ipda Suwanto yang baru saja bisa saya hubungi lewat telepon, diperoleh informasi bahwa seluruh penumpang Kapal Motor Mendawai Expres telah dapat dievakuasi dalam keadaan selamat. Saat ini seluruh penumpang sudah kembali ke Pagatan, tidak melanjutkan ke Banjarmasin,” kata Daspin kepada media.

Sementara itu, Kepala Desa Sei Bakau, Kecamatan Sebangau Kuala Jali Rahman membenarkan, telah terjadi insiden terdamparnya KM Mendawai Express yang membawa 7 penumpang dari Pagatan, Kabupaten Katingan menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dikatakan Jali Rahman, transportasi taksi Mendawai Express mengalami musibah di Ujung Malatayur, Desa Sei Bakau, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, disebabkan cuaca ekstrem gelombang pasang tinggi di sekitar wilayah pesisir laut desa tersebut.

Jali Rahman menjelaskan, akibat insiden tersebut dipastikan motoris dan 7 penumpang dinyatakan selamat. Saat ini ke-9 orang yang berada di kapal tersebut telah dievakuasi ke Desa Sei Bakau.

Pemerintah desa setempat, terang dia, dibantu nelayan secara sigap dan cepat melakukan evakuasi terhadap penumpang kapal tersebut. Saat ini seluruh penumpang beserta motoris dievakuasi ke desa setempat untuk mendapatkan pertolongan, baik pertolongan medis dan lainnya, meski tidak ada korban luka maupun korban jiwa.

Jali Rahman menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Sesuai keterangan dari motoris, saat tiba di wilayah desa setempat, kapal tersebut dihantam gelombang tinggi hingga air masuk ke badan kapal dan mengakibatkan mesin mati.

Untuk menghindari hal-hal  yang tidak diinginkan, motoris sengaja mendamparkan kapal ke pinggir pantai untuk memperkecil risiko. Jali Rahman  mengungkapkan bahwa wilayah aliran sungai Desa Sei Bakau menjadi jalur lalu-lintas perairan untuk wilayah pesisir pantai, khususnya desa di wilayah Kecamatan Pagatan, Kabupaten Katingan menuju Banjarmasin, Provinsi Kalsel.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang melintas di wilayah pesisir pantai di wilayah Desa Sei Bakau, agar tetap berhati-hati dan terus waspada menghadapi cuaca ekstrem yang setiap saat bisa terjadi dan mengancam jiwa manusia. c-mye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *