+Ada Indikasi Oknum Mau Gulingkan Koyem, Bentuk Gerakan Anti Koyem
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang juga Bupati Barito Utara (Barut) H Nadalsyah buka suara terkait pelaporan H Sriosako terhadap dirinya ke Polda Kalteng, Senin (29/5).
Pria yang biasa dipanggil Koyem ini membantah menantang duel H Sako. Koyem justru mengajak bertemu hanya berdua saja tanpa membawa siapa pun. Maksud ingin bertemu berduaan itu, lanjut Koyem, jangan bawa orang-orang untuk menekan dirinya, kalau berani berduaan saja.
“Ngapain saya harus melawan H Sako berkelahi. Kalau saya mau berkelahi sama dia bukan seperti itu. Saya WA pun ke dia, silakan lihat saja narasinya, tidak ada saya membawa dia berkelahi. Cuma saya mau bertemu dia itu berduaan. Tapi di berita-berita itu seolah-olah menantang dia berkelahi, itu yang mau saya klarifikasi,” kata Koyem, Selasa (30/5).
Rencananya, Koyem akan datang ke DPP menceritakan kronologisnya secara terang benderang, sehingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tidak hanya mendengar sepihak nantinya. Keputusan selanjutnya akan diserahkan kepada DPP dan keputusan sesuai peraturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) partai.
Koyem menambahkan, secara pribadi dirinya masih mau menyelesaikannya secara internal partai, akan tetapi keputusan Sako sudah ingin menempuh jalur hukum. Menurut Koyem, secara tidak langsung ada indikasi ingin mempermalukan dirinya dengan menurunkan perolehan suara Demokrat di Pileg 2024.
Sementara itu, Koyem menjelaskan kronologis mengapa ingin duduk bersama hanya berdua dengan Sako. Bahwa Sako salah satu kader Partai Demokrat yang sudah duduk di kursi DPRD Provinsi Kalteng, begitu juga istri H Sako, Umi Mastikah pun seorang kader Demokrat yang juga dibantu untuk sampai jadi Wakil Wali Kota Palangka Raya.
“Tapi saya heran, kok H Sako di belakang saya itu selalu mendiskreditkan saya dengan cara membawa orang-orang kader Partai Demokrat, khususnya DPD. Kalau ketemu orang ketua DPC begitu juga bawa-bawa mereka supaya tidak senang sama saya, sampai membentuk gerakan anti Koyem,” sebut Koyem.
Sudah bertahun-tahun ini, Koyem mengaku diam saja dan tidak pernah ada reaksi. Puncaknya, lanjut Koyem, pada ada acara Partai Demokrat di Jakarta, Sako membawa lagi orang-orang ke DPP dengan indikasi dugaan melakukan kudeta terhadap dirinya, menggulingkan dari jabatan Ketua DPD.
“Saya pikir kok sudah jadi seperti ini H Sako. Padahal saya tidak pernah komentar tentang dia, apalagi menjelekkan dia, tidak pernah sama sekali. Kenapa dia selalu iri dengkinya itu kepada saya?” kata Koyem.
Padahal, lanjut Koyem, tujuan dirinya membesarkan Partai Demokrat di Kalteng itu untuk mereka, juga sampai mereka duduk di kursi DPRD. Semuanya untuk Partai Demokrat, bukan untuk dirinya pribadi maupun keluarganya.yml











