Spirit Kalteng

Ayam Naik, Mendag Sidak Pasar Besar

17
×

Ayam Naik, Mendag Sidak Pasar Besar

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS SIDAK PASAR- Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bersama Sekda Kalteng Nuryakin dan Wali Kota Palangka Raya Fairid Napari memantau harga dan ketersediaan stok di Pasar Besar Palangka Raya, Sabtu (3/6).

+ Harga Pakan Tinggi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Persoalan tingginya harga ayam di Kalimantan Tengah mendorong Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI) Zulkifli Hasan untuk turun ke lapangan langsung.

Ketua DPP PAN itu bersama jajaran Pemprov Kalteng dan Pemko Palangka Raya serta instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga-harga kebutuhan pokok di sejumlah pedagang Pasar Besar, Kota Palangka Raya, Sabtu (3/6).

Usai sidak, pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan, penyebab harga daging ayam naik adalah karena selama beberapa bulan ini peternak ayam rugi. Pasalnya, yang seharusnya daging ayam dibanderol Rp36.000/kg, hampir 3 bulan terakhir dijual dengan harga Rp32.000/kg.

“Barangnya banyak, cuma yang naik satu, ayam. Tapi saya kira tidak apa naik, karena sudah hampir 3 bulan ayam itu harganya di bawah. Peternak ayam berbulan-bulan rugi. Karena harga patokan ayam 36 selama ini dijual 32 di pasar. Sekarang memang agak mahal 49, 47,” bebernya kepada wartawan.

Zulhas juga memastikan akan mengupayakan agar persoalan ini segera teratasi, sehingga harga daging ayam kembali normal.

“Nanti kita lihat, karena ini baru liburan. Kalau habis liburan itu ada logistik pengirimannya atau ganti DOC-nya. Tapi kalau di Jawa sendiri memang masih di bawah Rp40.000. Kalau masalahnya harga pakan tinggi itu kenapa, apakah karena transportasinya. Kita akan cari tahu. Kalau telur masih oke. Ayam petelur kan juga perlu pakan. Tapi kenapa telur tidak naik. Kalau bawang Rp45.000, cabai antara Rp45.000 sampai Rp50.000,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpang) Kalteng Riza Rahmadi saat dibincangi menyebutkan penyebab harga ayam tinggi. Menurutnya, harga daging ayam di kandang sudah mencapai Rp30.000 dan di bulan Ramadan lalu peternak ayam di Kalteng mengalami kerugian.
“Di bulan Ramadan kemarin, harga daging ayam itu Rp16.000 dan Rp17.000 sekarang kan BEP (Break Even Point) daging ayam di kandang Rp23.000. Jadi kita beri kesempatan peternak kita mengembalikan kerugian, sehingga yang tadinya Rp23.000 sekarang jadi Rp30.000 di kandangnya itu,” katanya.

Riza Rahmadi juga menegaskan, naiknya harga ayam bukanlah ulah para spekulan. Dishanpang Kalteng telah berkordinasi dengan Pinsar Kalteng dan diharapkan dalam 2 minggu ke depan harga daging ayam kembali normal.
“Jadi Rp6.500 persisnya dia mengalami kerugian satu kilo. Tapi kalau satu ayam itu kan 2 kilo, hampir Rp13.000 dia mengalami kerugian. Mereka itu juga ada dasar, sekarang DOC-nya kan naik. Kita kan DOC-nya dari Surabaya, kemudian harga pakan kita hampir Rp10.000 naiknya. Jadi melihat itu kemarin itu yang menjadi kendalanya,” ujarnya, seraya menambahkan, stok daging ayam di Kalteng cukup untuk satu minggu ke depan.

Di tempat yang sama, Ketua Pinsar Kalteng Andi Bustan mengatakan hal serupa, bahwa para peternak saat ini berusaha untuk mengembalikan kerugian mereka selama 2 bulan yang lewat.

“Di kandang itu Rp30.000 sampai Rp31.000 per kilo,” katanya.

Andi menjelaskan, kendati harga ayam saat ini melonjak, namun masih hal yang lumrah. “Ini hal yang biasa, bisa jadi nanti ini Rp60.000, Rp50.000. Tapi mudah-mudahan tidak seperti itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kadisdagperin Kalteng Aster Bonawaty yang juga turut dalam sidak tersebut mengatakan, persoalan ini akan ditinjau dari hulu sampai ke hilirnya, mulai dari pakan, pemotongan dan pemasarannya.

Merujuk apa yang dikatakan Mendag RI, Aster menyebut akan berkordinasi dengan dinas-dinas terkait bahkan hingga ke pusat.

“Termasuk sampai ke pusat itu, ke Pinsar-nya, Asosiasi Pakannya dan lain sebagainya. Kita juga harus proaktif ke mereka, apa sih kebijakan di pusatnya nanti untuk kita sampaikan di sini. Yang penting Pak Menteri tadi sudah melihat secara nyata kondisi harga-harga barang kebutuhan pokok di pasaran. Memang yang agak menjadi perhatian adalah ayam,” ujarnya.

Aster juga menjamin ketersediaan bahan pokok aman. Namun, ia mengakui harga-harga mengalami sedikit kenaikan. Pihaknya akan berkordinasi dengan pusat agar menjelang Hari Raya Idul Adha harga-harga kembali normal.
“Kan Pak Menteri tadi juga bilang jangan juga terlalu turun, kasihan petaninya, kasihan peternaknya. Jangan juga terlalu naik, kasihan konsumennya. Jadi yang kita jaga adalah harga-harga yang terjangkau. Yang penting ketersediaannya ada,” tegasnya. dsn

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *