-
Hukrim

Suami Bu Guru Bawa Parang, Murid SD Takut Sekolah

89
×

Suami Bu Guru Bawa Parang, Murid SD Takut Sekolah

Sebarkan artikel ini
KORBAN – RK bersama anaknya didampingi pengacara Sata Sada Kusuma, saat ini tengah berada di Palangka Raya untuk menenangkan diri. TABENGAN/ANDRE
-

Terpisah, Kapolsek Tewah Ipda Teguh Triyono membenarkan adanya pengaduan dari RK selaku Pelapor terhadap IG selaku Terlapor. Teguh menyebut bahwa kasus itu terkait masalah tanah. Terlapor membeli tanah dari orang lain kemudian Pelapor disebut merebut dan menguasai tanah Terlapor. Pihak kepolisian telah mengupayakan perdamaian antara pelapor dan terlapor.

“Masalah mau damai atau tidak itu tergantung kedua belah pihak. Kita tidak dapat mengintervensi,” ucap Teguh. Proses hukum masih berjalan dan status kasus masih pengaduan masyarakat (dumas). “Terkait masalah pengancaman perlu alat bukti dan saksi. Kalau alat bukti dan saksi sudah ada baru kita naik LP (Laporan Polisi),” kata Teguh.

Hendry selaku Kanit Reskrim Polsek Tewah mengimbuhi bahwa pihak kepolisian berusaha memediasi antara pelapor dan terlapor agar berdamai dalam rangka keadilan restoratif. RK belum mereka periksa karena mengaku masih trauma dan pergi ke Kota Palangka Raya. Terkait alasan keributan, Hendry menyebut IG emosi karena RK memagari pohon duriannya.

Ketika IG melihat RK melintasi  jalan depan rumahnya, mereka sempat bercakap sebelum akhirnya berdebat. Kanit menyatakan RK mengambil balok kayu sehingga IG kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil parang. Istri IG hanya berteriak dari jauh karena membela suaminya.

Pihak Polsek siap menindaklanjuti kasus tersebut apabila RK bersedia datang untuk memberi keterangan. Pihak kepolisian belum memutuskan apakah kasusnya akan berlanjut lalu dikenakan pasal terkait dugaan tindak pidana pengancaman, perbuatan tidak menyenangkan, atau senjata tajam.  dre

 

-
-
-