-
Hukrim

Suami Bu Guru Bawa Parang, Murid SD Takut Sekolah

89
×

Suami Bu Guru Bawa Parang, Murid SD Takut Sekolah

Sebarkan artikel ini
KORBAN – RK bersama anaknya didampingi pengacara Sata Sada Kusuma, saat ini tengah berada di Palangka Raya untuk menenangkan diri. TABENGAN/ANDRE
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Seorang ibu rumah tangga berinisial RK bersama anaknya yang berumur 8 tahun dan masih duduk di kelas II sebuah Sekolah Dasar Negeri di Desa Batu Nyiwuh, Kabupaten Gunung Mas, mengaku takut dan trauma. Pasalnya, IG yang bersenjata tajam jenis parang menghadang RK yang hendak membawa anaknya ke Puskesmas karena sakit.

IG saat itu bersama istrinya, Ba, yang merupakan guru di sekolah anak tersebut. “Sekarang RK takut pulang ke rumah dan anaknya yang seharusnya mengikuti ujian juga takut datang ke sekolah,” ucap Sata Sada Kusuma, Pengacara yang mendampingi RK dan anaknya, Rabu (7/6) malam. Bahkan rencananya anak tersebut akan dibawa ke psikolog untuk mengatasi traumanya.

Menurut Sata, kejadian berlangsung di Desa Batu Nyiwuh tanggal 29 Mei 2023. RK hendak membawa anak bungsunya untuk berobat ke Puskesmas. Mendadak IG menghadang dengan parang dan menendang sepeda motor yang dikendarai RK dan anaknya. Sata menyebut warga yang melihat kejadian tersebut melerai dan ada pula yang menahan tangan IG yang mengayunkan parang.

RK mengaku bingung karena sebelumnya tidak pernah ada masalah atau keributan dengan IG dan Ba. Merasa takut dan terancam, RK melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polsek Sepang. Sata mengutip pernyataan pihak kepolisian bahwa pemicunya adalah IG emosi karena RK memagari pohon duriannya.

“Tapi tidak ada bukti dan saksi,” yakin Sata. RK juga menyatakan tidak mengetahui adanya masalah sengketa tanah dengan IG. “Kami berharap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Polres Gunung Mas mengambil alih kasus ini,” ujar Sata. Dengan keterlibatan dari Unit PPA diharapkan penanganan dapat lebih baik karena adanya korban perempuan dan anak bawah umur.

Upaya perdamaian sempat mereka buka namun Sata menyebut IG belum menunjukan itikad baik dengan datang dan meminta maaf. Sehingga RK dan keluarganya minta agar proses hukum dilanjutkan untuk memberikan rasa aman dan kejadian yang sama tidak terulang lagi.

-
-
-