Menurut warga yang akrab disapa Amat ini, aksi para pembalap liar tersebut sama halnya mendekatkan diri kepada Tuhan karena nyawa taruhannya.
“Waduh itu kalau udah naik motor kaya kesetanan, iya kalau dia jatuh sendiri, kalau nabrak pengendara lain apa nggak membahayakan?” ungkap Amat, kesal.
Hal senada juga disampaikan Gatot, pedagang pentol keliling ini ikut mengambil sikap lantaran beberapa kali nyaris ditabrak para pelaku balap liar.
“Saya kan jualan sampe subuh, kalau pulang itu pernah mau kena tabrak, kadang kalau saya marahin saya malah diejek. Sering itu mas, ya saya harap ke depan pak polisi bisa lebih keras lagi menindak biar mereka jera,” kata Gatot. c-prs











