-
Spirit Kalteng

Kalteng Masuk Puncak Kemarau

41
×

Kalteng Masuk Puncak Kemarau

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Memasuki pertengahan Agustus 2023, Kalteng diprediksikan sudah berada pada puncak musim kemarau. Hal itu berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng, yang memprediksikan puncak musim kemarau secara umum di provinsi ini pada Juli, Agustus dan September.
Menurut Prakirawan BMKG Kalteng Ika Priti, untuk prakiraan cuaca esok dan lusa atau 3 hari ke depan diprakirakan dalam kondisi cuaca cerah hingga berawan.
“Dalam 3 hari ke depan, sebagian besar wilayah Kalteng diprakirakan berawan, dengan potensi turun hujan di Kalteng bagian utara, di antaranya di Kabupaten Lamandau, Seruyan bagian utara, Katingan bagan utara, Gunung Mas, Kapuas bagian utara, Murung Raya dan Barito Utara,” ujarnya kepada Tabengan, Jumat (18/8).
Dijelaskannya, potensi hujan ringan hingga sedang ada di Kalteng bagian utara, dengan suhu udara berkisar 23-34 derajat celcius, kelembapan 45-95 persen dan angin bertiup dari tenggara-barat daya, dengan kecepatan 10-20 km per jam.
Sementara itu, kelembapan udara di beberapa lapisan cukup rendah khususnya di wilayah Kalteng. Kondisi rendahnya kelembapan ini menurunkan potensi pertumbuhan awan hujan yang berdampak pada panasnya suhu udara dalam beberapa hari ke depan.
Hal ini ditambah dengan sejumlah wilayah di Kalteng yang telah memasuki musim kemarau, yang juga menjadi penyebab penurunan jumlah curah hujan. Apalagi, ucapnya, adanya fenomena El Nino (fenomena yang memengaruhi cuaca, dengan dampak kekeringan dan kemarau panjang) ke depannya yang terjadi di saat musim kemarau, juga menjadi salah satu faktor turunnya curah hujan terkait di beberapa wilayah di provinsi tersebut.
Maka itu, pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat terkait rendahnya intensitas hujan di beberapa wilayah, waspada potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalteng. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun.
Selain itu, pihaknya juga merilis peta prakiraan puncak musim kemarau untuk beberapa zona di Kalteng, yang ditandai dengan sejumlah warna merah pekat dalam peta terkait.
Sementara itu, terkait dengan akumulasi hotspot (titik panas) di Kalteng sendiri per 18 Agustus 2023, berjumlah 279 titik, dengan daerah paling banyak ada di Kabupaten Kapuas dan Seruyan, yaitu 44 titik dan nihil hotspot ada di Sukamara dan Kobar.
Selain itu, jumlah titik panas di daerah lain seperti Barsel ada 8 titik, Bartim 10, Barut 5, Gumas 16, Katingan 32, Kotim 34, Lamandau 37, Murung Raya 10, Palangka Raya 25 dan Pulang Pisau 14 titik. drn

-
-
-