SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Masyarakat di sekitar Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur diimbau tidak menaikkan layang-layang karena mengganggu aktivitas helikopter pengebom air saat memadamkan karhutla di Sampit dan sekitarnya.
“Ada yang dikeluhkan oleh pilot helikopter WB (water bombing). Mohon perhatian masyarakat bahwa saat ini banyak yang main layang-layang di sekitar bandara,” kata Arief, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, kepada wartawan, di Sampit, Sabtu (19/8).
Kebakaran lahan saat ini masih terjadi di beberapa lokasi di Sampit. Keberadaan helikopter water bombing atau pengebom air milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dibutuhkan untuk memadamkan kebakaran yang lokasinya sulit, bahkan tidak bisa dijangkau oleh tim melalui jalur darat.
Sepanjang Sabtu, helikopter melakukan pengeboman air untuk memadamkan kebakaran lahan di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kebakaran yang menghanguskan satu hektare lahan gambut tersebut berhasil dipadamkan.
Arief menyebut, saat ini helikopter bermalam di Bandara Haji Asan Sampit. Helikopter masih dibutuhkan karena kebakaran lahan di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat masih sering terjadi. BPBD berupaya memaksimalkan keberadaan helikopter untuk memadamkan kebakaran lahan.
Untuk itu masyarakat diminta mendukung upaya yang dilakukan, dengan cara tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu aktivitas helikopter pengebom air.
Polda Respons Cepat
Personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalteng yang tergabung dalam Satgas Karhutla ikut berperan penting menanggulangi kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kalteng, khususnya di Kota Palangka Raya.
Kali ini, personel Ditsamapta Polda Kalteng bersama TNI, BPBD dan sejumlah relawan berhasil memadamkan kebakaran lahan di Jalan Banteng, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Sabtu (19/8) sore.
Dirsamapta Polda Kalteng Kombes Pol Cahyo Widiarso SIK MH melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji SIK MSi mengatakan, informasi kebakaran lahan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang diterima langsung oleh piket kendaraan taktis (rantis) Ditsamapta.
“Begitu mendapat informasi ada kebakaran lahan, kami pun langsung turun ke tempat kejadian dengan menggunakan satu mobil watercanon (AWC) menuju lokasi kebarakan lahan di Jalan Banteng yang tidak jauh dari kantor Ditsamapta,” kata Kabidhumas.
Ia mengatakan, meskipun menghadapi medan sulit dan situasi yang penuh tantangan, anggota dibantu oleh personel TNI dan BPBD serta relawan, berhasil memadamkan kobaran api hanya dalam waktu 1 jam.
Kabidhumas menegaskan, kesiapan dalam menanggulangi karhutla ini merupakan bentuk komitmen Polri, khususnya Polda Kalteng di bawah kepemimpinan Irjen Pol Drs Nanang Avianto.
250 Ha Lahan Kapuas Terbakar
Pada Sabtu-Minggu, 19-20 Agustus 2023, lahan seluas 250 hektare di wilayah Desa Kahuripan Permai B4 Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, hangus terbakar.
Sebagaimana update data Pusdalops BPBD Kapuas, area yang terbakar di Desa Kahuripan Permai B4 lintang 2°34’59.0″S 114°43’45.0″E. BPBD Kapuas telah menurunkan personel TNI, Polri, Brimob, Manggala Agni, BPBD, Dinkes, Balakar 545, Damkar Mandiri , Satpol PP dan Damkar ke lokasi, bersama dengan unit Rescue dan Ambulance PSC 119 Dinkes tepat pukul 12.40 WIB.
“Kita sudah berupaya menanggulangi memadamkan kebakaran lahan ini, namun karena keterbatasan peralatan, upaya kita adalah hanya membatasi agar kejadian ini tidak sampai melebar lebih luas,” kata Panahatan Sinaga, Kepala BPBD Kapuas, via telepon, Minggu (20/8).
Kusnadi, Kepala Desa B4 Kahuripan Permai mengatakan, akibat kebakaran lahan yang terjadi sejak Sabtu hingga Minggu, setidaknya 250 ha lahan di wilayahnya habis terbakar.
Sampai berita ini diturunkan, kebakaran lahan belum bisa diatasi dan petugas gabungan karhutla, selain berupaya memadamkan api, juga terus berada di lokasi untuk berjaga-jaga agar jangan sampai kobaran api meluas ke permukiman. c-may/fwa/c-yul











