PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Usis I Sangkai ternyata pejabat paling tajir di antara sejumlah kepala dinas ataupun badan yang bertugas di Pulpis.
Hal itu terungkap dari laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2022, yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Usis I Sangkai mencatatkan total harta kekayaan melimpah sebesar Rp11,2 miliar lebih.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulpis Osa Maliki, menjadi pejabat termiskin di daerah itu dengan kekayaan minus Rp165 juta lebih.
Dalam LHKPN yang disampaikan 6 Januari 2023, kekayaan Usis berasal dari 88 bidang tanah dan bangunan yang merupakan warisan dan hasil sendiri yang ada di Kabupaten Pulang Pisau, Palangka Raya dan Gunung Mas (Gumas), dengan total mencapai Rp8,7 miliar lebih.
Pada LHKPN itu, Usis juga mencatatkan 7 alat transportasi dan mesin yang terdiri dari kendaraan roda dua dan roda empat, dengan nilai mencapai Rp1,4 miliar lebih. Dalam laporan itu ia juga masih mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp1,3 miliar lebih.
Sehingga ia mempunyai total kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp11,4 miliar lebih, dikurangi utang sebesar Rp200 juta, sehingga total kekayaan yang dicatat pada LHKPN berjumlah Rp11,2 miliar lebih.
Di bawah Usis, pejabat terkaya di Kabupaten Pulpis ditempati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Bawa Budi Raharja. Pada LHKPN yang disampaikan 22 Februari 2023, ia mencatatkan total kekayaannya yang terdiri tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, kas dan setara kas sebesar Rp4,4 miliar lebih dengan dikurangi utang sebesar Rp310 juta lebih, sehingga total kekayaannya mencapai Rp4,1 miliar lebih.
Kemudian dalam LHKPN yang dilaporkan untuk periodik tahun 2022 itu dilaporkan juga total harta kekayaan Kepala Dinas Pertanian Pulpis Godfridson sebesar Rp1,6 miliar, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sopiyah Pulpis Rp1,5 miliar, Kepala Badan Kesbangpol Pulpis Sugondo Rp1 miliar lebih, Kepala Dinas PM-PTSP Pulpis Leting Rp814 juta lebih, Kepala Inspektur Daerah Pulpis Sapri Junjung Rp682 juta lebih, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Pulpis Herman Wibowo Rp656 juta lebih, Kepala Dinas Sosial Pulpis Eknamensi Tawun Rp477 juta lebih, Kepala Dinas Perhubungan Pulpis Supriyadi Rp471 juta lebih.
Selanjutanya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pulpis Halidi Rp401 juta lebih, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Pulpis Elieser Jaya Rp374 juta lebih, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Pulpis Sukarja Rp315 juta lebih dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pulpis Hendri Arroyo Rp12,8 juta lebih.
Yang menarik dalam penyampaian LHKPN pejabat Pulpis itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Osa Maliki mencatatkan harta kekayaannya minus Rp165 juta lebih.
Dalam LHKPN yang disampaikan 21 Februari 2023 lalu itu, ia tidak melaporkan tanah dan bangunan yang dimiliki. Ia hanya melaporkan alat transportasi dan mesin dengan nilai Rp25 juta, harta bergerak lainnya Rp45 juta lebih, kas dan setara kas Rp20 juta lebih, sehingga jika dijumlahkan, total kekayannya menjadi Rp91 juta lebih. Kemudian dikurangi utang Rp257 juta lebih, sehingga total kekayaan yang dilaporkan minus Rp165 juta lebih. Demikian dikutip Tabengan dari elhkpn.kpk.go.id, Minggu (3/9). sgh/ist











