-
PEMKAB KOTIM

Pemkab Kotim Pinta IBI Tingkatkan Kualitas Organisasi

41
×

Pemkab Kotim Pinta IBI Tingkatkan Kualitas Organisasi

Sebarkan artikel ini
TINGKATKAN KUALITAS ORGANISASI-Sekda Kotim Fajrurrahman ketika menghadiri acara perayaan HUT ke 72 IBI Kotim (IST)
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) meminta para pengurus dan anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kotim dapat terus tumbuh berkembang dan meningkatkan kualitasnya baik dalam kematangan organisasi maupun dalam melayani masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Kotim Halikinnor  dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Fajrurrahman  ketika membuka acara peringatan Hari Ulang Tahun ( HUT) ke-72 IBI Kotim di aula RM Cianjur, Minggu (3/9/2023).

Dilanjutkannya seiring dengan bertambahnya usia organisasi dirinya juga mengharapkan agar IBI Kotim  dapat mengikuti update kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan. Terlebih di bidang kehamilan, persalinan, ibu nifas, anak dan balita yang mana teknologinya selalu berkembang.

“Saya mendukung dan mendorong IBI Kotim untuk dapat terus berkiprah dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Dilanjutkannya keberadaan bidan dalam tim pendamping keluarga menempati peran sentral dalam pendampingan keluarga. Dimana bidan sebagai mitra profesional Pemerintah dan menjalankan peran perpanjangan tangan negara dalam melaksanakan pelayanan pencegahan stunting.

Melalui pendampingan kesehatan, gizi, KB hingga persoalan lingkungan kepada sasaran percepatan penurunan stunting. Saat ini stunting menjadi salah satu masalah yang cukup membahayakan tidak sekedar masalah fisik seseorang tapi akan meluas menjadi masalah nasional dengan kehilangan generasi.

“Sekaligus menjadi beban yang semakin besar jika tidak dihentikan. Sehingga peran bidan tidak hanya sebatas memberikan pelayanan kebidanan namun juga mengelola pelayanan menjadi penyuluh dan konselor, pendidik, pembimbing dan fasilitator klinik penggerak peran serta masyarakat juga dalam pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, peran bidan sulit untuk digantikan oleh tenaga kesehatan lainnya. Terutama dalam pemeriksaan kehamilan dan persalinan khususnya dalam pemberian pelayanan secara langsung dan edukasi kepada ibu. Bidan memiliki peran strategis dalam penyelamatan ibu dan bayi yakni mulai masa pra kehamilan, memasuki masa kehamilan, masa melahirkan dan pasca melahirkan. Dalam hal ini ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatan dari bidan dapat menerima informasi dan pelayanan yang baik jika para bidan memiliki kompetensi yang baik. (MS)

-
-
-