PEMKAB KOTIM

Enam Desa di Selatan Mulai Alami Krisis Air Bersih

11
×

Enam Desa di Selatan Mulai Alami Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Enam Desa di Selatan Mulai Alami Krisis Air Bersih
KRISIS AIR-Kecamatan Teluk Sampit mendistribusikan air bersih untuk warga setempat (IST)

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Warga di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai merasakan dampak dari musim kemarau yang melanda wilayah itu. Dimana warga di wilayah selatan sudah mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih di wilayah itu.

Seperti yang diungkapkan Camat Teluk Sampit Dedi Purwanto enam desa di wilayah Teluk Sampit saat ini sudah mulai mengalami kekeringan. Enam desa yang ada di Kecamatan tersebut yakni Desa Parebok, Basawang, Regei Lestari, Kuin Permai , Lempuyang  dan Ujung Pandaran.

“Enam desa di Kecamatan Teluk Sampit mulai terjadi kekeringan dan juga sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih apalagi beberapa Minggu ini sudah jarang turun hujan,” katanya kepada Tabengan, Senin (4/9).

Menurutnya warga masih memanfaatkan stok air bersih yang berasal dari penyimpanan air hujan milik warga. Namun karena tidak ada hujan, stok air bersih yang dimiliki warga tentu sudah tidak tersedia lagi. Ia juga khawatir banyak warga yang akan terserang penyakit diare jika mengkonsumsi air yang tidak bersih.

“Saat ini kami juga terus memasok air bersih dari Kabupaten untuk kebutuhan warga di sini, sekoga kemarau cepat berlalu,” ucapnya.

Sementara itu, Lulu (35) warga Desa Regei Lestari Kecamatan Teluk Sampit  mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya saat ini air yang mereka biasa konsumsi sudah berubah rasa menjadi asin atau mulai payau. Diungkapkannya kondisi tersebut sudah terjadi sekitar 2 minggu belakangan ini. Seiring dengan tidak terjadinya hujan dalam beberapa minggu terakhir di wilayah tersebut.

“Ini kami masih pergunakan stok air bersih yang kami beli , karena air yang ada rasanya sudah asin, termasuk juga air PDAM rasanya sama,” tuturnya.

Dirinya berharap kondisi tersebut segera ditangani oleh pemerintah setempat agar masyarakat dapat tetap mengkonsumsi air bersih. (MS)