Hukrim  

Palsukan Ijazah, Kades Mantangai Tengah Dibui 4 Bulan

ilustrasi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Akhmadi akhirnya terbukti memalsukan ijazah Paket B dan Paket C sebagai modal maju sebagai Calon Kepala Desa (Cakades) Mantangai Tengah Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Meski berhasil memenangkan pemilihan sebagai Kades Mantangai Tengah, Akhmad akhirnya harus menerima sanksi hukum ketika kasusnya terungkap.

“Mengadili, menjatuhkan pidana kepada Terdakwa tersebut di atas oleh karena itu, dengan pidana penjara selama empat bulan dan pidana denda sejumlah Rp10 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan,” vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kuala Kapuas, Kamis (7/9).

Dalam surat dakwaan, perkara berawal ketika Akhmadi hendak mendaftarkan diri sebagai Calon Kades Mantangai Tengah pada tahun 2018. Akhmadi yang lulusan Pesantren Darul Aman yang setara SMP tersebut, terkendala syarat pencalonan minimal pendidikan yakni SMA atau sederajat.

Kemudian timbul niat Akhmadi untuk membuat Ijazah Paket B tanpa mengikuti ujian dengan cara meminta tolong kepada Sih Ngayomi selaku Ketua Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Seroja untuk membuatkan ijazah Paket B dan Paket C. Sih Ngayomi bersedia membuatkan ijazah tersebut dengan biaya Rp3 juta.

Setelah menerima ijzah palsu tersebut, Akhmadi mendaftar sebagai Cakades Mantangai Tengah dan berhasil memenangkan pemilihan dan dilantik sebagai Kades. Namun kasus tersebut terungkap dan Polisi melakukan penyelidikan.

Setelah menduga kuat ada unsur pemalsuan surat dalam perkara tersebut, Polisi menetapkan Akhmadi sebagai tersangka dan menjeratnya dengan ancaman pidana dalam Pasal 69 ayat 1 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dre