-
Spirit Kalteng

BENTOK MASSA DESA PELANTARAN-Ducun Minta Digelar Ritual Menyanggar

38
×

BENTOK MASSA DESA PELANTARAN-Ducun Minta Digelar Ritual Menyanggar

Sebarkan artikel ini
Helduk Umar
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Bentrok berdarah terjadi di lahan kebun Sengketa Alpin Lawrence-Hok Kim alias Acen antara warga dan oknum massa di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur, Senin (11/9/2023) siang, menimbulkan 1 korban jiwa dan 4 korban luka, mendapatkan tanggapan dan komentar dari Tokoh Kalimantan Tengah (Kalteng) Ducun Helduk Umar.

Ada beberapa hal, kata Ducun, yang patut menjadi perhatian bersama atas musibah yang sudah terjadi. Pertama konflik yang terjadi, dan sampai memakan korban merupakan murni perbuatan kriminal. Polisi dipersilakan untuk dapat mengambil sikap tegas atas kejadian itu. Hal utama yang yang harus dilakukan sekarang adalah menenangkan semua pihak, dan tidak membuat masalah ini menjadi luas.

Kemudian, lanjut Ducun, di tengah situasi yang masih panas, mendesak kepada Damang Cempaga Hulu untuk melakukan ritual perdamaian. Perdamaian dimaksud bukan antara Hok Kim dengan Alpin Laurance, melainkan antara mereka yang bertikai di lapangan. Dudukkan mereka dalam satu forum, bahas dengan baik, dan minta semua pihak untuk dapat saling menahan diri.

“Juga yang tidak kalah penting selain menggelar acara perdamaian, juga melakukan ritual menyanggar. Ritual menyangar bertujuan untuk mendinginkan lokasi yang sudah memakan korban jiwa. Lokasi tersebut setelah dilakukan ritual, wajib untuk dikosongkan, tidak ada yang boleh berada didalamnya. Apabila tetap memaksa, maka akan membawa maut bagi yang bersangkutan,” kata Ducun, saat menyampaikan tanggapannya terkait polemik Hok Kim vs Alpin, Rabu (13/9) di Palangka Raya.

Semua ritual, dan perdamaian itu, jelas Ducun, memiliki satu tujuan, untuk mendamaikan semua pihak. Bagaimanapun, aksi saling, atau balas dendam, mungkin saja terjadi, karena tidak terima ada anggota keluarga yang meninggal. Melalui ritual dan perdamaian ini, diharapkan tidak ada lagi saling serang ataupun aksi balas dendam.

Pihak-pihak yang tidak datang pada saat perdamaian, kata Ducun, Damang akan memiliki keputusannya. Namun, penting menjadi pengetahuan bersama, apabila kondisi ini tidak selesai juga, tanah tersebut bisa dilakukan pengambilalihan dan menjadi tanah adat. Pribadi yang bersengketa bisa terancam diusir dari tanah kalimantan.

Sebab itu, ungkap Ducun, Damang Cempaga Hulu untuk dapat segera memanggil kedua belah pihak yang bertikai di lapangan. Gelar acara perdamaian adat, dan jadikan kedua kubu itu angkat saudara. Sementara lokasi kejadian yang menyebabkan kematian, dilakukan ritual untuk mendinginkannya.ded

-
-
-