- 116 Kasus Karhutla di Barsel
- Rp110 Miliar Untuk Penanggulangan Karhutla
- Rumah Oksigen Muhammadiyah
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng memprediksikan prakiraan cuaca dalam satu minggu ke depan. Menurut Prakirawan BMKG Kalteng Alfandy, diprakirakan beberapa wilayah memang akan terjadi potensi hujan sedang hingga lebat, disertai petir/kilat angin kencang dalam 3 hari mendatang.
Beberapa wilayah itu seperti Katingan bagian utara, Murung Raya bagian utara dan Gunung Mas. Namun di 9-12 Oktober berikutnya, potensi hujan akan terjadi merata di seluruh wilayah Kalteng. Menurutnya, memang secara umum kondisi cuaca di Kalteng cerah berawan dan memiliki potensi hujan lokal, dengan intensitas sedang di beberapa wilayah. Untuk suhu udaranya sendiri berkisar antara 23-35 derajat Celcius.
Sementara kelembapan udara berkisar antara 45-95 persen, dengan angin umumnya bertiup dari timur-barat dengan kecepatan berkisar antara 10-20 km/jam. Selain itu, untuk prospek tinggi gelombang mingguan di wilayah perairan selatan Kalteng berpotensi sekitar 0,5-2,0 meter (rendah-sedang).
Pihaknya tetap menyampaikan peringatan dini waspada potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi udara, yang berasal dari karhutla di Kalteng. Diimbau kepada masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah dan luar ruangan serta menggunakan penutup wajah/masker, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, anak-anak dan orang tua lanjut usia.
Penanganan Karhutla
Pasca menetapkan status tanggap darurat karhutla, Pemprov Kalteng menyiapkan anggaran sebesar Rp110 miliar untuk penanggulangan karhutla.
“Status sudah kita tetapkan, Kota Palangka Raya sendiri sudah menetapkan tanggap darurat, Pulpis, Kotim dan Katingan, maka kita bisa mengeluarkan anggaran dengan peralatan,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, di Aula Jayang Tingang, Kompleks Kantor Gubernur, Kamis (5/10).
Dikatakan, dasar penetapan status siaga menjadi tanggap darurat minimal dua kabupaten/kota yang menetapkan tanggap darurat, dan minimal enam kabupaten/kota menetapkan siaga darurat.
“Ini sudah lebih daripada dua, jadi kami menetapkan seperti itu dan kami cek tiap kabupaten/kota anggarannya. Tingkat provinsi menyiapkan anggaran Rp110 miliar agar bisa digunakan maksimal dalam rangka pelaksanaan pemadaman yang sedang terjadi, membuat pos lapangan, dapur umum dan pos kesehatan. Saya instruksikan juga agar ada puskesmas keliling di sekitar Kota Palangka Raya, bahkan kita siapkan pos kesehatan di titik-titik kota Palangka Raya,” katanya.
Sementara itu, Kepala BP-BPK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, setelah penetapan status tanggap darurat karhutla, pihaknya akan menggunakan dana yang bersumber dari BTT untuk menambah jumlah regu pemadaman disertai dengan pemenuhan sarprasnya, BBM, upah harian dan konsumsi regu lapangan.
“Target utama adalah memback-up Kabupaten Pulang Pisau di daerah Desa Tanjung Taruna dan Tumbang Nusa sebagai salah satu penyuplai asap ke Kota Palangka Raya,” katanya, saat dihubungi Tabengan, Jumat (6/10).
Rumah Oksigen Muhammadiyah
Ketua PW Muhammadiyah Kalteng H Ahmad Syar’i mengatakan, dengan organisasinya MDMC (Lembaga Penanggulangan Bencana) berpartisipasi mengatasi karhutla. Termasuk mengatasi dampaknya dengan menyediakan Rumah Oksigen bagi masyarakat umum berlokasi di Kantor PW Muhammadiyah, Kompleks UMPR Palangka Raya.
“Seluruh anggota masyarakat harus terlibat dalam mengatasi dan menghindari terjadinya karhutla. Di samping pemerintah, instansi terkait bersama masyarakat harus meningkatkan upaya pemadaman,” katanya, Jumat(6/10).
Ia mengungkapkan, setiap individu masyarakat harus terlibat dan berpartisipasi antisipasi terjadinya kebakaran. Misalnya tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat, tidak melakukan pembakaran sampah dan sebagainya yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran dan asap yang mengganggu kesehatan.
“Pemerintah pusat diharapkan juga memaksimalkan bantuan dan dukungannya untuk mengatasi karhutla di Kalimantan Tengah yang semakin meluas,” tuturnya.
116 Kasus Karhutla di Barsel
Kepala BPBD Kabupaten Barito Selatan Alip Surya mengatakan, dari Januari-Oktober 2023 sebanyak 116 kasus karhutla dengan luas lahan terbakar seluas 539.245 hektare dan sebanyak 1.683 titik hostpot se- Barsel.
“Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam penanganan kasus karhula, dan hari Senin, pihaknya akan menaikkan status karhutla menjadi tanggap darurat karhutla,” kata Alip Surya, di ruang kerja, Jumat (6/10).
Tekait dengan anggaran untuk penanganan karhutla, Alip Surya mengatakan, untuk sementara ini masih bisa terpenuhi, demikian juga dengan sarana dan prasarana masih mampu untuk mengatasi kejadian karhutla.
Kepala Dinas Pendidikan Barsel melalui Sekretaris Hermito mengatakan, akibat kabut asap melanda daerah ini, kebijakan yang dimbil hanya sebatas tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan No.420/1757/Disdik III.1/IX/2023 tentang Proses Belajar Mengajar (PBM).
“Jika nanti Pemeritah Daerah mengubah status kabut asap naik mejadi kejadian kasus tanggap darurat, maka kemungkinan besar kebijakan PBM secara otomatis juga akan berubah. Yang pasti kita lihat hasil koodinasi instasi terkait dan kebijakan yang diambil oleh Pemkab dalam beberapa hari ke depan,” kata Hermito.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Barsel dr Daryomo Sukiastono mengatakan, selama musim kemarau tahun 2023 ini, ada sebanyak 2.079 kasus warga yang mengalami gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Barsel.
Terkait penanganan, jelas Daryomo, seluruh dokter dan tenaga medis lainnya se-Barsel siap melayani masyarakat atau pasien terkena penyakit ISPA. Demikian juga warga bisa menggunakan kartu BPJS untuk berobat, gratis tanpa dipungut biaya. Penanganan penyakit ISPA tersebut telah diinstruksi dan berlaku, baik kepada RSUD maupun seluruh Puskesmas se-Barsel. drn/lwd/c-lis











