PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – SMK Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Mandomai di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), berdiri pada tahun 1967 silam, adalah salah satu bukti kejayaan pelayanan dan kontribusi aktif serta positif gereja bagi kemajuan teknologi perkayuan daerah, bangsa dan negara.
Keberlangsungan dari SMK GKE di Mandomai ini merupakan agenda yang diangkat Senator Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang (Terang), saat berdiskusi dengan pengurus Yayasan Bina Insan Mandiri Abadi, yang menaungi sekolah ini. Tantangan dan peluang keberlanjutannya, sungguh membutuhkan atensi semua pihak, khususnya dari pemerintah yang mesti melihat strategisnya eksistensi SMK ini, bagi kebutuhan nasional. Terlebih secara nasional punya tantangan yang tak mudah ke depan.
Menurut Teras Narang, SMK GKE Mandomai ini bagaimana pun bukan semata aset gereja. Ini merupakan aset nasional, karena kehadirannya memajukan pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional. Pengajar di sekolah ini datang dari latar belakang berbeda. Siswa yang ada di GKE ini pun mayoritas muslim, menjadikannya sekolah Kristen berwawasan kebangsaan dan pendidikan profesi yang baik.
“Saya mengajak pemangku kepentingan GKE di sektor pendidikan untuk melakukan re-sentralisasi penataan arah dan manajemen pendidikan secara internal. Mendorong Yayasan dengan kolaborasi bersama Departemen Pendidikan GKE untuk melakukan pemetaan masalah dan potensi maupun peluang di SMK GKE Mandomai secara internal,” kata Bapak Pembangunan Kalteng ini, saat menyampaikan hasil diskusi terkait dengan keberlangsungan SMK GKE Mandomai, Minggu (8/10).
Gubernur Kalteng Periode 2005-2015 ini menjelaskan, perlu disusun langkah strategis dan prioritas bagi yayasan dalam mengatasi masalah yang ada. Mulai dari soal sarana prasarana yang memadai, hingga soal kurikulum yang relevan dan kompetensi tenaga pendidik yang unggul. Kemudian, harus pula mengembangkan kemitraan, dalam menjawab masalah yang ada, baik dengan pemerintah maupun pelaku usaha. Kemitraan ini termasuk lewat pengembangan unit usaha.
“Kita membutuhkan SDM terdidik, terampil, dan ahli. Kehilangan lembaga pendidikan seperti SMK GKE akan jadi kehilangan besar. Diharapkan tim kerja untuk melakukan revitalisasi, bahkan reformasi, agar SMK GKE Mandomai dapat berkelanjutan dan bekerja dengan baik serta berkemanfaatan bagi semua pihak,” tambah penggagas program Kalteng Harati ini.
Oleh karena itu, Teras Narang mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, agar berkolaborasi menjaga dan memajukan SMK GKE Mandomai. Sekolah ini bisa menjadi satu jalan bagi Kalteng melahirkan SDM yang ahli di bidang perkayuan, dengan peluang kerja global, bila kita menyadari potensi besarnya.
Lewat kolaborasi, ucap Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil Kalteng ini, revitalisasi pendidikan dan kemitraan penataan kawasan produksi kayu, sebagai bahan baku dari pemerintah, diharapkan sekolah ini masih bisa berkembang relevan ke depan.
“Saya juga berharap secara khusus pada Presiden Ir. Joko Widodo agar dapat menerjunkan tim, untuk melihat dari dekat sekolah kejuruan ini, dan mendukung pengembangan serta revitalisasinya. Kiranya sepengetahuan saya, Joko Widodo sebagai Presiden RI, yang memahami sungguh soal kayu dan mebel serta pentingnya tenaga terampil di bidang perkayuan, SMK GKE Mandomai mengharapkan pula bisa mendapatkan perhatian dan bantuan secara khusus dari beliau,” tutup Teras Narang. ded











