Spirit Kalteng

TRAGEDI BERDARAH PT HMBP SERUYAN

26
×

TRAGEDI BERDARAH PT HMBP SERUYAN

Sebarkan artikel ini
TABENGAN FERRY WAHYUDI DIRUJUK-UP ketika akan diberangkatkan ke RSUD Banjarmasin peluru yang bersarang di bagian punggung merupakan salah satu korban tragedi di Tragedi Berdarah PT HMBP Seruyan

*Korban Luka Tembak Dirujuk ke Banjarmasin 

*Kapolda: Petugas Hanya Dibekali Peluru Karet dan Gas Air Mata  

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Tragedi bentrok yang terjadi di PT  Hamparan Massawit Bangun Persada (HMBP), Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan antara aparat dan oknum masyarakat menimbulkan korban jiwa.

Satu orang dari pihak masyarakat tewas usai diterjang peluru di bagian dada. Sementara 1 orang dirawat di rumah sakit dan 20 warga diamankan petugas.

UP, salah satu oknum warga yang menjadi korban dugaan penembakan saat bentrok di PT HMBP, Desa Bangkal, Seruyan pada Sabtu (7/10), dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.

UP dirujuk usai menjalani perawatan medis di RSUD Doris Sylvanus selepas dilarikan ke RSUD Murdjani Sampit, pasca kejadian. UP mengalami luka usai diduga tertembak di bagian punggung.

Sekjen Ormas Pasukan Peteng Balau Bahandang Kalteng Yanto membenarkan, jika korban berinisial UP telah sempat dirawat di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Dari hasil pemeriksaan, terdapat peluru yang bersarang di bagian punggung.

“Sejauh ini  korban hanya dapat tertidur dan menahan sakit dari peluru tajam yang masih bersarang di bagian punggungnya,” katanya, Minggu (8/10).

Yanto menerangkan, setelah mendapatkan perawatan di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, korban harus kembali dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin karena peralatan di RSUD Doris Sylvanus tidak memadai.

“Kita semua tahu RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya memiliki kapasitas yang besar, tetapi ternyata ada peralatan yang tidak memadai,” tuturnya.

Sementara, Kabag Hukum dan Humas RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya Khairil Anwar membenarkan rujukan korban UP ke RSUD Ulin Banjarmasin.

Menurut dia, pihaknya menerima korban UP pada pukul 22.30 WIB, Sabtu (7/10). Setibanya di rumah sakit, korban langsung diperiksa tiga dokter, salah satunya dokter spesialis ortopedi.

Berdasarkan saran dari dokter ortopedi, UP harus dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan operasi. Mengingat di RSUD Doris Sylvanus tidak memiliki alat terkait pembuluh darah.

“Di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, tidak memiliki alat terkait pembuluh darah. Sementara, pembuluh darah sangat penting dijaga selama proses jalannya operasi. Hasil pemeriksaan sementara ada ditemukan benda asing yang bersarang di bagian punggung tubuh korban. Namun kita tidak bisa memastikan jika itu peluru tajam,” ungkapnya.

Khairil menambahkan, selama mendapatkan perawatan medis, seluruh biaya akan ditanggung oleh Pemprov Kalteng.

“Atas petunjuk Pak Gubernur, seluruh perawatan akan ditanggung oleh Pemprov Kalteng,” pungkasnya.

 

Dibekali Peluru Karet 

Dalam video yang beredar, Sabtu (7/10), terlihat seorang pria dibawa oleh sejumlah rekannya untuk dievakuasi. Korban diketahui tewas usai terkena peluru di bagian dada.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, dalam bentrok yang terjadi pada Sabtu (7/10), 20 oknum masyarakat diamankan.

Lima orang diketahui positif mengonsumsi barang terlarang usai dilaksanakan tes urine. Selain mengamankan 20 massa, petugas mengamankan sejumlah senjata tajam dan belasan bom molotov dari bekas botol minuman.

“Dalam melakukan pengamanan di PT HMBP, petugas kita hanya dibekali peluru hampa, peluru karet dan gas air mata,” katanya.

Ia menerangkan, saat terjadi unjuk rasa Kapolres Seruyan AKBP Ampi Mesias Von Bulow yang berada di lokasi telah mengimbau para massa untuk membubarkan diri.

Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan dan massa justru melakukan aksi-aksi anarkis, seperti melontarkan batu menggunakan ketapel.

“Sekali lagi saya imbau, mari masyarakat sampaikan aspirasi dengan damai. Jangan anarkis. Segala sesuatunya itu bisa dibicarakan baik-baik,” pungkasnya. fwa  

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *