-
Spirit Kalteng

HMI Desak Copot Pejabat Polda

42
×

HMI Desak Copot Pejabat Polda

Sebarkan artikel ini
DESAK- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Kota Palangka Raya menggelar aksi demo di depan Mapolda Kalteng, Jalan Tjilik Riwut km 1, Selasa (10/10) siang. TABENGAN/YULIANUS SL
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Palangka Raya menggelar aksi demo di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalteng, Jalan Tjilik Riwut km 1, Selasa (10/10) siang.

Hal itu sebagai bentuk kepedulian terhadap 3 warga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan yang tertembak oleh pihak kepolisian saat bentrok di lokasi perusahaan sawit PT HMBP, Sabtu (7/10) lalu.

Dalam aksi demo tersebut, para kader HMI membentangkan spanduk yang bertuliskan “Save Bangkal, Kami Tidak Percaya Polisi, Nyawa Tiada Harga Peluru Tembus Di Dada, Tanah Masyarakat Dirampas, dan Kalteng Darurat HAM”.

Dalam pernyataan sikapnya, HMI Cabang Palangka Raya mengecam dan mengutuk tindakan refresif yang mengakibatkan tertembaknya warga Bangkal yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian. Mereka mendesak Presiden RI, Kapolri untuk mengusut tuntas dan menindak tegas oknum aparat kepolisian yang melakukan penembakan terhadap warga Bangkal.

Kemudian mendesak Kapolri untuk mencopot jabatan Kapolda Kalteng dan Kapolres Seruyan serta bertanggung jawab atas peristiwa penembakan di Desa Bangkal. Menuntut dan mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Desa Bangkal.

Ketua HMI Cabang Palangka Raya M Rizky Oktaviandi mengatakan, pihaknya mendesak pihak Polda Kalteng untuk tidak lagi melakukan pendekatan menggunakan senjata terhadap masyarakat Bangkal.

“Hari ini Kapolda tidak menemui kami. Informasi yang kami dapat Kapolda berada di Seruyan. Maka dari itu, kami akan memberikan ultimatum dengan memberikan surat pernyataan yang kami akan teruskan ke Presiden RI dan Kapolri hingga Menkopolhukam untuk mencopot  jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban,” ujarnya, di depan Mapolda Kalteng.

Dia menegaskan akan melakukan aksi demo berjilid-jilid kalau tuntutan HMI Cabang Palangka Raya tidak digubris. “Kami akan hadir kembali sebagai alarm pengingat Polda Kalimantan Tengah dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Sementara itu, mewakili Kapolda yang tidak dapat hadir menemui para pendemo, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santoso mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan dengan menerjunkan 200 personel, di antaranya Polresta, Sabhara, dan Brimob Polda agar tidak ada aksi yang diinginkan.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, kami menerima aspirasi dari pihak HMI Kota Palangka Raya dengan baik, dan akan kami sampaikan ke Kapolda,” kata Kapolresta.

Budi berharap, tidak hadirnya Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto dan jajaran Polda Kalteng yang bertolak ke Kabupaten Seruyan bisa menyelesaikan permasalahan di sana dengan baik. jef

-
-
-