DPRD PALANGKA RAYA

DPRD Kunker ke Dishub DKI Jakarta

36
×

DPRD Kunker ke Dishub DKI Jakarta

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/ISTIMEWA KUNKER - Sekretaris Komisi B DPRD Palangka Raya Reja Framika bersama anggota DPRD Kota Palangka Raya lainnya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, baru-baru ini.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anggota DPRD Kota Palangka Raya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, baru-baru ini. Tujuan kunjungan adalah untuk mempelajari tentang sistem transportasi umum yang terintegrasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Mengenai ini, Sekretaris Komisi B DPRD Palangka Raya Reja Framika menyampaikan bahwa anggota DPRD Palangka Raya sangat serius dalam upaya meningkatkan serta memperhatikan penataan transportasi di Kota Palangka Raya.

“Penataan mode transportasi di wilayah Palangka Raya perlu dipersiapkan dari sekarang, sebagai salah satu bagian menghadapi lonjakan penduduk yang tentu juga akan diikuti dengan meningkatnya kepadatan lalu lintas,” ungkapnya, kemarin.

Reja menambahkan, saat melakukan kunjungan kerja ke DKI Jakarta, tim DPRD Kota Palangka Raya dijelaskan terkait rencana Dishub DKI Jakarta untuk mengembangkan mode angkutan umum menuju penggunaan nol emisi.

Targetnya, pada tahun 2060 mendatang, seluruh angkutan umum di wilayah tersebut akan menggunakan kendaraan listrik 100 persen.

Reja mengakui, pendekatan perencanaan seperti ini tentu bisa menjadi inspirasi dalam merancang sistem transportasi umum di Kota Palangka Raya di masa depan. Meski rencana jangka panjang namun harus dipikirkan dari sekarang karena menyangkut keberlangsungan pembangunan masa depan.

“Ketika suatu saat terjadi ledakan penduduk ataupun ada kegiatan transmigrasi dari pulau Jawa ataupun dari daerah lainnya di Indonesia, maka masalah moda transportasi sudah ada arah untuk mengatasi,” terang Reja.

Selebihnya, ia mengungkapkan bahwa dengan kehadiran Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, akan membawa dampak positif kepada daerah-daerah penyangga, termasuk Kalimantan Tengah (Kalteng), secara khusus Kota Palangka Raya.

“Terkait mode angkutan umum di Palangka Raya maka mungkin layanan bisa difokuskan kepada pelajar, mahasiswa, pedagang di pasar dan tempat wisata. Dalam pelaksanaannya bisa dibantu subsidi oleh pemerintah melalui operasional armada dalam hal pelayanan masyarakat,” pungkasnya.rba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *