KASONGAN/TABENGAN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Katingan telah menggelar tahapan Pemilihan Umum 2023-2024 hingga penetapan rekapitulasi hasil penghitungan surat suara dan menghasilkan calon yang menang. Namun, ada calon yang merasa tidak puas dan kecewa karena terindikasi adanya kecurangan, sehingga mengerahkan massa untuk menyerbu KPU Katingan.
Ratusan massa yang dikerahkan oleh calon yang merasa kecewa tersebut, langsung mendatangi KPU Katingan dengan membawa berbagai atribut spanduk, baliho, bahkan senjata tajam dan senjata api, dan berbuat anarkis. Tidak tanggung-tanggung, massa juga menyandera salah satu anggota KPU Katingan. Tapi berhasil dihalau dan diamankan anggota Polres Katingan bersama TNI dari Kodim 1019 Katingan.
Ratusan massa yang mendatangi KPU Katingan tersebut, ternyata hanya simulasi dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum 2024 di wilayah Kabupaten Katingan oleh Polres Katingan, yakni kegiatan Sispam Kota Operasi Mantap Brata Talabang 2023-2024. Hal ini dilakukan untuk melatih kesiapan personel atau anggota kepolisian apabila terjadi gangguan, hambatan dan ancaman keamanan saat pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.
Penjabat (Pj) Bupati Katingan Saiful yang juga hadir dan menyaksikan simulasi tersebut mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Katingan memberikan apresiasi kepada Polres Katingan yang menyelenggarakan kegiatan simulasi Sispam Kota Operasi Mantap Brata Talabang 2023-2024 ini.
“Ini merupakan gambaran apa yang dilakukan, apabila ada hal-hal yang sifatnya mengganggu dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Ini juga merupakan penanaman pendidikan kesiapsiagaan dari seluruh aparat, baik Polres Katingan, TNI, Satpol PP, Linmas yang nantinya akan melaksanakan tugas saat Pemilu dilaksanakan,” kata Saiful, di halaman Kantor KPU Katingan, Rabu (18/10).
Menurut Saiful, apa yang dipertunjukkan dalam simulasi ini mungkin saja bisa terjadi nantinya. Namun diharapkan Pemilu nanti berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan para peserta kontestan Pemilu. Penyelenggara juga telah melaksanakan ketentuan sesuai aturan yang ada dengan harapan Pemilu berjalan lancar, aman dan sukses.
Saiful berharap kepada jajaran aparat keamanan yang diterjunkan dalam pengamanan Pemilu 2024, kesiapsiagaan, pemikiran, fisik dan lainnya secara konsisten terus secara konsisten dijaga. Karena dalam pengamanan ini aparat keamanan merupakan ujung tombak, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Di dalam pesta demokrasi apabila ada perilaku-perilaku dari masyarakat yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka lakukan hal persuasif atau pendekatan terlebih dahulu karena mereka juga merupakan dari bagian masyarakat kita, kerabat kita. Apabila hal-hal yang sifatnya represif, maka itu menjadi pilihan terakhir dilakukan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena kita ingin Bumi Katingan ini bumi yang tenteram, damai, aman,” pesan Saiful.
Sementara itu, Kapolres Katingan AKBP I Gede Putu Widyana mengatakan saat ini sudah memasuki tahapan Pemilu 2023-2024 dan Pemilu ini digadang-gadang sebagai pesta demokrasi terbesar selama sejarah Republik ini berdiri dan konsekuensinya merupakan pekerjaan terberat karena harus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia secara serentak.
“Kita sebagai personel pengamanan harus benar–benar mempersiapkan diri, baik secara fisik, sarana prasarana, karena keberhasilan dan kemenangan membutuhkan kesiapan. Saat ini kita melaksanakan latihan Sistem Pengaman bagaimana menghadapi setiap situasi yang terjadi. Apabila nantinya diperlukan semuanya sudah siap. Apabila ada hal–hal yang kurang, maka kita laksanakan evaluasi dengan cepat sesuai dengan tugas kita,” ungkap Kapolres Katingan. c-sus/c-dar





