DPRD PALANGKA RAYA

Tetap Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Karhutla

24
×

Tetap Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Karhutla

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya Wahid Yusuf

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Selama beberapa hari terakhir, wilayah Palangka Raya kembali terlihat diselimuti oleh kabut asap yang tipis.

Meskipun kondisinya tidak seburuk awal bulan kemarin, keberadaan kabut asap menandakan adanya titik api yang kemungkinan masih aktif.

Oleh karena itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya Wahid Yusuf menekankan pentingnya bagi Pemerintah Daerah dan seluruh komponen masyarakat untuk tetap waspada dan mengantisipasi potensi terjadinya Karhutla.

“Pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat diharapkan untuk tidak lengah dalam mengantisipasi potensi kejadian kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di wilayah ini,” kata Wahid, Rabu (1/11).

Ia menegaskan bahwa penting sekali untuk tetap memprioritaskan kewaspadaan, sehingga upaya pemadaman dilakukan lebih cepat. Selain itu, masyarakat perlu aktif dalam peran ini.

Meskipun menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini sudah memasuki musim peralihan menuju musim hujan, namun intensitas hujan masih belum merata. Karena itu, risiko terjadinya karhutla masih tetap ada karena kondisi lahan masih kering dan gersang, belum sepenuhnya merata basah.

“Pertengahan Oktober sudah ada beberapa kali hujan, tapi untuk sekarang agak kurang, sehingga membuat lahan masih belum terlalu basah dan agak rawan terjadi kebakaran,” jelasnya.

Wahid turut memberikan apresiasinya terhadap upaya pemerintah dan kerja keras para tim relawan dalam mengatasi Karhutla selama puncak musim kemarau.

“Selama puncak musim kemarau kemarin, baik itu pemerintah dan tim relawan sudah bekerja keras di lapangan. Kegiatan seperti ini diharapkan digiatkan terus sampai betul-betul tidak ada titip api yang berpotensi karhutla,” pungkasnya.

Sebelumnya, Plt BPBD Kota Palangka Raya Berlianto menyampaikan bahwa tidak ada penambahan titik karhutla yang baru sejak perubahan status hingga saat ini, namun ada laporan bahwa ada titik api yang lama itu masih timbul.

Hal ini dianggap menjadi alasan mengapa kualitas udara kembali menurun, dan tim BPBD juga sudah turun untuk melihat kondisinya.

Berlianto berharap kedepannya tidak ada penambahan titik api baru lagi sehingga, situasi akan berjalan dengan baik dan kualitas udara kembali sehat.

“Kalau penambahan titik baru tidak ada, hanya asap di tempat yang lama itu yang masih timbul,” katanya.rba

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *