Hukrim

Mambang Tubil: Lapas Perempuan Belum Layak Dapat Penghargaan

47
×

Mambang Tubil: Lapas Perempuan Belum Layak Dapat Penghargaan

Sebarkan artikel ini
Mambang Tubil: Lapas Perempuan Belum Layak Dapat Penghargaan
Mambang I Tubil

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palangka Raya mendapatkan penghargaan dengan Predikat Unit Kerja Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia dalam rangkaian peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia Ke-75 Tahun 2023.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Palangka Raya Sri Astiana dari Dirjen HAM Dhahana Putra pada 6 November 2023 di Jakarta.

Lantas, apakah penghargaan tersebut layak diberikan kepada Lapas Perempuan kelas IIA Palangka Raya yang dianggap minimnya pelayanan kesehatan keluarga almarhumah Yunire, sehingga meninggal dalam keadaan sakit.

Menurut praktisi hukum Dr Mambang Tubil SH, MH, penghargaan predikat pelayanan publik Hak Asasi Manusia yang didapat Lapas Perempuan kelas IIA Palangka Raya sangat tidak layak.

“Kita melihat penghargaan itu dari sisi mana karena yang namanya lapas itu suksesnya pembinaan dan transparansi dalam pelayanan masyarakat, khususnya pelayanan kepada warga binaan yang ada di lapas itu sendiri,” Mambang Tubil, Selasa (7/11).

“Kalau dilihat dari indikator kemanusiaan, kita menganggap bahwa Kalapas itu belum layak menerima penghargaan,” tandasnya.

Dikatakan Mambang Tubil yang juga Ketua Harian DAD Kota Palangka Raya, dirinya juga tidak mengerti kenapa Lapas IIA Palangka Raya mendapatkan predikat tersebut. Padahal lapas tersebut melakukan pelayanan publik sangat minim.

“Kalau indikator yang didapat terkait hak asasi kemanusiaan, tapi dengan melakukan minim pelayanan itu menurut saya pelanggaran. Kalau berkaca kepada pelayanan terhadap narapidana almarhumah Yunire kemarin, saya tegas sangat tidak layak,” imbuhnya.

Sebelumnya, seorang warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Yunire (57) tiba-tiba saja dikabarkan sakit. Nyawa Yunire tak tertolong usai dibawa dan dirawat di RSUD Doris Sylvanus Kota Palangka Raya, Senin (30/10) lalu.

Bernie, menantu dari Yunire, mempertanyakan standar pelayanan di Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya. Menurutnya, sebelum meninggal dunia, Yunire mengalami muka dan bibir bengkak serta sudah memakai kursi roda dengan tidak berdaya. jef