PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Saat ini di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat sebanyak 911 ribu tenaga kerja. Namun dari jumlah tersebut, hanya 337 ribu tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, sehingga masih ada sekitar ratusan ribu atau sekitar 574 ribu pekerja yang belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan mengatakan, kalau yang sekarang didata mereka, total di Kalteng ada 337 ribu pekerja yang terdaftar, baik itu formal maupun informal.
“Banyak petani sekitar area pabrik, area kebun tidak pernah dapat akses ke jaminan ini. Ini peran pemerintah, yang data couverage pekerja di Kalteng ini baru 37 persen dari 910 ribu sampai 911 ribu pekerja di Kalteng yang menjadi peserta baru 337 ribu,” jelasnya.
Ia menyebut, banyak petani sekitar area pabrik dan area kebun yang tidak pernah mendapat akses jaminan BPJS Ketenagakerjaan.
“Alokasinya 80 persen untuk infrastruktur, dan salah satunya boleh diberikan kepada masyarakat dalam bentuk perlindungan jaminan sosial,” ujarnya.
Jadi, lanjut dia, dari 911 ribu ter-cover itu 337 ribu. Karena perlindungan tadi kalau mendapatkan pengobatan itu sampai dengan sembuh. Kalau meninggal dunia, dua orang anaknya diberikan beasiswa dari Tak Sarjana.
“Jadi ini kita bangun, dan memang perlu intervensi kita bersama. Karena yang kami lindungi ini masyarakat yang ada di Kalteng,” sambungnya.
Ia mengungkapkan ntervensi yang dimaksud dari bantuan-bantuan tadi, alokasi dari APBD untuk pekerja rentan, dana insentif, mungkin mengajak kolaborasi dengan perusahaan melalui CSR.
“Intervensinya juga bantuan iuran itu yang dilakukan Pemda sekarang, di Kalteng sudah ada memberikan bantuan iuran seperti di Katingan Rp10 ribu, Seruyan Rp5 ribu. Jadi dari APBD dialokasikan, dari DBH sawit juga, dan kolaborasi perusahaan melalui CSR,” katanya. ldw











