Pulang Pisau

Nelayan Pulpis Pilih Jual Ikan ke Banjarmasin

19
×

Nelayan Pulpis Pilih Jual Ikan ke Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
Kadis Perikanan dan Kelautan Pulpis Yudady Ismael

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Yudady Ismael, Rabu (6/12/2023), mengakui, para nelayan di wilayah pesisir lebih banyak menjual hasil tangkapan ikannya ke wilayah Kalimantan Selatan, tepatnya ke pelabuhan di Banjaraya.

Sementara, Yudady menyebut Kabupaten Pulpis sendiri memiliki Pelabuhan Pendaratan Ikan dan Pasar Pelelangan Ikan di Desa Pasanan, Kecamatan Kahayan Kuala. Hanya saja, kata Yudady, para nelayan agak enggan mendaratkan ikannya, karena berbagai faktor, seperti kondisi infrastruktur dan pembeli ikan yang kurang.

“Kendala di pasanan ini sebenarnya sudah ada pelabuhan pendaratan ikan, dan pasar pelelangan ikan, termasuk kita juga telah mengusulkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang nantinya para nelayan tidak kesulitan dalam mencari bahan bakar. Namun, hal ini belum di dukung infrastruktur atau akses menuju ke lokasi yang belum memadai pak,” beber Yudady.

Ia menambahkan, infrastruktur di Kabupaten Pulpis menurutnya terlambat dari daerah lain yang infrastrukturnya sudah jauh lebih baik. Meski sudah di bangun pelabuhan dan tempat pelelangan ikan, tetapi menurutnya kapal nelayan juga masih belum bisa mendarat, jika tidak didukung ketersediaan bahan bakar, pabrik es, listrik dan akses jalan dan jembatan yang belum memadai.

“Ini juga dibutuhkan tidak hanya pemerintah saja, tetapi juga harapan kita ada pihak swasta yang ingin berinvestasi. Namun, karena kondisi akses jalan khususnya jembatan, juga membuat para pihak swasta belum bisa berinvestasi,” terangnya.

Untuk pendirian SPBUN ini, lanjut Yudady, dari pihak Kementerian ESDM dan BPMigas menuntut di bangunnya lebih dari 9 jembatan menuju ke pelabuhan pendaratan ikan di Desa Pasanan, Kecamatan Kahayan Kuala.

“Untuk jembatan menuju ke pelabuhan pendaratan ikan itu masih jembatan kayu. Dan yang jelas, untuk pengangkutan bahan bakar itu yang tidak bisa dilewati karena jembatan itu,” terangnya.

Yudady mengakui, jika infrastruktur dan jembatan menuju ke pelabuhan pendaratan ikan, maka menurutnya akan terbuka gerbang perekonomian masyarakat setempat. Pasar pelelangan ikan akan berjalan, termasuk akan cepat berdirinya SPBUN bagi para nelayan, sehingga tidak akan kesulitan lagi mencari bahan bakar.

“Nelayan kita, kenapa menimbang ikan di tengah laut. Karena pelaku usaha dari Kalsel itu menunggu disana, dan mereka punya Kapal sendiri. Dan nelayan kita juga tidak ada pilihan, untuk menjual hasil tangkapan mereka disana,” imbuh Yudady.

Untuk itu, tambah Yudady, jika infrastruktur jalan dan jembatan sudah dibangun, maka menurutnya para pengusaha dari luar maupun daerah akan berinvestasi, “Jika pelabuhan kita itu efektif, maka akan ada pendapatan negara bukan pajak, dan sedikit banyak akan menambah PAD bagi daerah,” pungkasnya. c-mye

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *