PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (DPRD Kalteng) periode 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019 Reinhard Atu Narang mengungkapkan, toleransi dan persatuan antarumat beragama sudah tertanam kuat di Bumi Tambun Bungai sejak zaman dulu.
“Toleransi sudah nyata di Kalimantan Tengah tanpa diragukan lagi. Saat hari besar agama, dilihat di Kalteng hampir tidak pernah adanya konflik. Justru Kalteng menjunjung tinggi persatuan,” kata Atu Narang saat diwawancarai di kediamannya, Senin (25/12).
Menurut Atu Narang, pelaksanaan toleransi di Kalteng sudah berlangsung sejak lama dan terus dijaga serta ditingkatkan.
“Kita melaksanakan toleransi di Kalteng dengan baik, saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Toleransi di Kalteng bukan hanya sekadar simbolik, tetapi juga nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Tokoh masyarakat Kalteng ini mengemukakan, Kalteng yang terkenal dengan keberagaman suku dan agamanya, mempertahankan keberagaman ini dengan menjaga saling penghormatan dan toleransi antarumat beragama.
Atu Narang menuturkan bahwa toleransi erat kaitannya dengan persatuan, dan hal ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Kalteng. Dia berharap dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat Kalteng untuk menjaga dan meningkatkan toleransi dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada saat momentum hari besar agama.
“Kita harus selalu menjaga persatuan dan toleransi di Kalteng, terlebih saat hari-hari besar agama. Hal ini diperlukan guna menjaga ketenangan dan kedamaian yang menjadi kunci persatuan,” tutupnya. jef











