Spirit Kalteng

Puluhan Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Kalteng

37
×

Puluhan Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Puluhan Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Kalteng
BANJIR-Bencana banjir terus terjadi di sejumlah daerah di Kalteng. Tampak banjir yang melanda Murung Raya. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Bencana banjir terus terjadi di sejumlah daerah di Kalteng. Pemerintah Provinsi melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BP-BPK) Kalteng menyebutkan puluhan ribu jiwa dari 4 kabupaten kini terdampak.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BP-BPK Kalteng Alfius Pathanan mengatakan, berdasarkan data masyarakat dan fasilitas terdampak banjir di wilayah Kalteng, ada 4 kabupaten yang tercatat dalam laporan BP-BPK Kalteng.

Di Barito Selatan 4 kecamatan, 21 desa, capaian tinggi muka air 245 cm, dan sebanyak 22,976 jiwa terdampak banjir di wilayah ini. Kemudian 59 fasilitas umum dengan rincian 8 tempat ibadah, 1  kesehatan, 11 pendidikan, 4 gedung pemerintah, dan 34 jalan/jembatan, banguna rumah 321.

“Kemudian, Murung Raya tercatat 4 kecamatan, 13 desa, 15 fasilitas umum yang terdampak, bangunan rumah 40. Kemudian Kotawaringin Barat, tercatat 2 kecamatan dan 12 desa dengan ketinggian air 50 cm. Dalam kejadian ini 1,112 KK, 3,902 jiwa, dan 983 rumah dan 38 fasilitas umum,” sebutnya kepada Tabengan, Rabu (17/1).

Selanjutnya, Barito Utara 5 kecamatan, 9 desa, 8,501 KK dengan rincian 26,878 jiwa, dan 140 fasilitas dan 1,356 rumah yang terdampak banjir.

Alfius mengungkapkan, pihaknya menyiagakan tim siaga bencana untuk  memantau kondisi terkini lapangan, melakukan koordinasi dengan aparatur desa, dan menyiapkan evakuasi.

“Imbauan juga kepada masyarakat yang terdampak untuk menyimpan barang penting ke tempat aman, membatasi aktivitas di luar rumah,” tambahnya.

Ia mengingatkan, jika berada di luar rumah hindari pohon besar, baliho, dan saluran air/gorong-gorong dan kemudian menyiapkan tas siaga  (makanan, minuman, obat, uang, pakaian, dokumen berharga dll).

 

Banjir Mura

Banjir juga melanda Kabupaten Murung Raya (Mura). Hujan yang turun hampir setiap hari di wilayah Kecamatan Murung, membuat sejumlah titik seperti Kelurahan Berwit, Durung Bajo, Jalan Sudirman depan Hotel Family, Jalan Hungan, Jalan Mosak, Jalan Pulo Basan, angkang daerah objek wisata sanggrahan dan sejumlah jalan lain yang sebelumnya tidak pernah banjir, pada Rabu (17/1) pagi, terendam banjir.

Di depan Hotel Family tampak beberapa anggota Polres Mura turut berjibaku di kedalaman air dibantu masyarakat melakukan penutupan jalan yang biasa dilalui dua arah menjadi satu arah untuk menghindari  insiden terperosoknya kendaraan bermotor akibat salah menentukan arah kemudi kendaraan.

“Informasi dari keluarga saya di Joloi Kecamatan Seribu Riam debit Sungai Barito baru saja naik di sana. Tadi malam air tidak diprediksi akan cepat naik, jadi beberapa barang kami di rumah tidak bisa terselamatkan karena sejak banjir 2015 lalu, banjir kali inilah yang terparah,” kata salah satu warga setempat.

Dari pantauan, sejumlah kecamatan lain seperti Barito Tuhaup Raya dan Laung Tuhup juga mulai tergenang banjir. Diprediksi jika curah hujan masih tinggi akan menjadi puncak banjir terparah di Kota Puruk Cahu dan sekitarnya.

Warga Gang Mahoni Jalan A Yani minta bantuan mi dan tenda untuk mengungsi karena rumah mereka terendam banjir sebagian tidak sempat menyelamatkan perabot rumah tangganya, Rabu (17/1) siang.

Abrianor (44) warga Gang Mahoni yang domisilinya tepat dipinggir Sungai Beriwit anak Sungai Barito yang meluap tadi malam mengatakan, banjir kali ini merupakan banjir tercepat menggenangi pemukiman warga sehingga banyak yang tidak sempat menyelamatkan harta benda.

“Kami tidak menduga air datang begitu cepat. Saya sekeluarga juga kaget baru sadar kalau tempat kami tidur sudah basah  lantas segera menyelamatkan barang yang bisa kami bawa secepatnya,” kata Abrianoor.

Untuk sementara, lanjut Abrianoor, dia bersama keluarga mendiami garasi di perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kosong. Selain itu, sebagian warga juga meminta ada tenda untuk tempat sementara sebagai penampungan menunggu air surut.

 

Pantai Lunci Sukamara

Akibat curah hujan tinggi, Desa Sungai Cabat Barat Kecamatan Pantai Lunci Sukamara diterjang banjir pada Senin (15/1) malam. Fauji Kurrachman, Sekcam Pantai Lunci mengatakan, telah terjadi banjir di salah satu desa di Pantai Lunci. Air naik ketika magrib menjelang malam.

Akibatnya, jalan dan jembatan perbatasan antara RT 03 Dan RT 04 desa Sungai Cabang Barat Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara mengalami kerusakan.

“Alhamdulillah pagi ini sudah surut. Untuk sementara ada satu titik ini saja di jembatan perbatasan RT 3 dan RT 04 Desa Sungai Cabang Barat,” ujarnya Rabu (16/1).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk perbaikan jalan tersebut. Diharapkan pula pemerintah dan masyarakat cepat tanggap pada titik rawan terjadi banjir untuk segera diperbaiki dan ditanggulangi bersama. ldw/c-sjs/c-afd