Spirit Kalteng

Kalteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

48
×

Kalteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Sebarkan artikel ini
Kalteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir
Ahmad Toyib Kepala BPBPK Kalteng

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Status tersebut berlaku mulai Selasa (23/1) sampai Jumat (1/2) atau sepuluh hari.

Penetapan status tanggap darurat bencana banjir ini berdasarkan ketetapan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam rapat koordinasi penanganan banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem, di Aula Jayang Tingang, Kota Palangka Raya, Selasa (23/1).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, terdapat 3 kabupaten yang telah menetapkan status tanggap darurat, yakni Murung Raya (Mura), Barito Utara (Barut) dan Kapuas.

“Dengan dasar itu maka Pemprov Kalteng segera menetapkan status tanggap darurat banjir, terhitung mulai 23 Januari 2024 sampai 1 Februari 2024,” ujar Toyib saat diwawancara, di Aula Jayang Tingang, Selasa.

Dengan ditetapkannya status tanggap darurat, maka Pemprov Kalteng akan segera turun membantu penanganan banjir di kabupaten atau kota terdampak, bersama pemerintah daerah. Upaya yang dilakukan seperti membuka dapur umum dan posko kesehatan serta penyaluran logistik.

Berdasarkan data BPBPK Kalteng, pada 22 Januari 2024, banjir di Kabupaten Barut terjadi di 7 kecamatan, yakni Lahei, Lahei Barat, Teweh Baru, Teweh Tengah, Montallat, Teweh Selatan dan Gunung Timan. Sebanyak 28,693 jiwa terdampak.

Di Kabupaten Kapuas banjir terjadi di Kecamatan Pasak Talawang dengan ketinggian 130 centimeter. Sebanyak 4,028 warga dari 8 desa dan 920 rumah warga terendam. Di Kota Palangka Raya banjir terjadi di 3 kelurahan di Kecamatan Jekan Raya. Sebanyak 90 KK terdampak.

Selanjutnya, Kabupaten Mura banjir terjadi di 6 kecamatan yakni Laung Tuhup, Seribu Riam, Permata Intan, Sumber Barito, Murung dan Barito Tuhup Raya. Sebanyak 38,659 jiwa terdampak dan ratusan rumah warga terendam air.

Di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) banjir terjadi di 5 kecamatan, yakni Dusun Hilir, Dusun Selatan, Jenamas, Karau Kuala dan Dusun Utara. Menyebabkan 61,234 jiwa terdampak. Di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) banjir terjadi di 2 kecamatan, yakni Arut Selatan dan Kotawaringin Lama. Sebanyak 2,826 jiwa terdampak.

Dikatakan, pihaknya juga akan membagikan 100.000 paket untuk masyarakat yang terdampak banjir.

“Arahan dari Gubernur, sekian puluh paket akan kita sebarkan ke tiga kabupaten yang terdampak. Di antaranya Mura, Barsel dan Barut. Untuk paketnya sendiri sekitar 100.000 paket yang akan kita sebar luaskan sesuai dengan dilapangan untuk perhitungan teknis,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya tentu akan memberikan bantuan  untuk masyarakat atau sebagian untuk mem-backup dapur umum yang akan dibangun dan memasak sendiri.

“Arahan Pak Gubernur kepada Kepala Disperindag, karena ini sinergitas supaya tidak jalan sendiri-sendiri kegiatan. Jadi program maupun kegiatan Pemprov melalui Disperindag dalam hal kaitannya dalam antisipasi dampak inflasi, maka akan dilakukan pasar penyeimbang pada daerah terdampak yakni di Barito,” ucapnya.

“Mengacu pada paket yang kami berikan kemarin itu, di daerah barat Kotawaringin Timur. Isinya beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula 1 kg,  sarden dan Indomie. Jika dihitung total materinya itu sekitar Rp150 ribu dan telah disubsidi Pemrov Rp130 ribu, jadi masyarakat tinggal membayar Rp20 ribu,” tambahnya. ldw