-
PEMKAB KOTIM

Berantas Stunting, Pemkab Bagikan Ratusan Ribu Telur dan Susu

84
×

Berantas Stunting, Pemkab Bagikan Ratusan Ribu Telur dan Susu

Sebarkan artikel ini
BERANTAS STUNTING-Bupati Kotim Halikinnor memberikan susu dan telur kepada anak-anak di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (Maya Selviani)
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) membagikan ratusan ribu telur susu UHT untuk ribuan anak di wilayah ini. Pembagian 195 ribu butir telur dan 95 ribu kotak susu UHT tersebut dilakukan secara serentak di 21 Puskesmas untuk 2.163 balita di Kabupaten Kotim

Pelepasan pembagian telur dan susu tersebut dilaksanakan di Halaman Rumah Jabatan Bupati Kotim Rabu ( 13/12) pada acara gerebek stunting tahun 2023 .

Bupati Kotim Halikinnor didampingi Sekretaris Daerah ( Sekda) Kotim Fajrurrahman serta sejumlah Kepala SOPD teknis yang terkait turut menyerahkan bantuan telur dan susu UHT kepada anak yang terkena gejala stunting.

Di antaranya di wilayah Kelurahan Ketapang, Desa Telaga Baru , Desa Pelangsian dan Kelurahan Eka Bahurui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan sejak tahun 2019 sampai saat ini Kabupaten Kotim telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu Kabupaten lokus penanganan stunting, dan sejak saat itu pula penanganan stunting menjadi salah satu prioritas daerah di Kabupaten Kotim.

Saat ini berdasarkan data dari survei status gizi Indonesia dari Kementerian Kesehatan RI angka prevelensi stunting di Kabupaten Kotim pada tahun 2022 sebesar 27,9 persen menurun 4,6 persen dari tahun 2021 yang sebesar 32,5 persen.

Sedangkan mengacu kepada data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM) dari Dinas Kesehatan Kotim. Data prevelensi stunting di Kabupaten Kotim pada tahun 2022 sebesar 22,6 persen.

“Maka dari itu upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Kotim masih harus ditingkatkan agar target penurunan stunting yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebesar 14 persen pada tahun 2024 dapat tercapai,” terangnya.

Salah satu dari upaya pencegahan dan penurunan stunting yang dilaksanakan oleh Pemkab Kotim menurutnya adalah melalui gerakan berantas stunting yaitu gerakan berkunjung ke lokasi anak yang stunting.

Dengan memberikan secara langsung susu dan telur serta mengawal pelaksanaan pemberian ini setiap hari selama minimal 3 bulan ke depan dan diberikan kepada anak balita stunting sesuai kategori umurnya.

Adapun tujuan dari gerakan ini adalah sebagai salah satu upaya menekan potensi anak stunting akibat kekurangan gizi kronis.

Menyasar anak balita yang stunting sesuai data pada E-PPGBM Dinas Kesehatan Kotim.Dengan aturan pembagian susu dan telur untuk anak umur 6-11 bulan sebanyak  1 telur, anak umur 12-24 bulan sebanyak 1 telur dan 1 kotak susu, anak umur 25-59 bulan sebanyak 1 telur dan 2 kotak susu.

“Pembagian dilakukan setiap hari selama 3 bulan, diharapkan pemberian susu dan telur ini dapat memperbaiki gizi mereka,” harapnya.(MS)

 

-
-
-