-
Spirit Kalteng

Pilu Banjir, Ratusan Warga Berbuka Puasa di Pengungsian

35
×

Pilu Banjir, Ratusan Warga Berbuka Puasa di Pengungsian

Sebarkan artikel ini
IBADAH - Para korban banjir yang beragama Muslim berbuka puasa ditenda pengungsian meski bencana banjir yang melanda mereka, Palangka Raya, Rabu (13/3).TABENGAN/YULIANUS
-

+ Pemko Tetapkan Tanggap Darurat Banjir

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Suara azan Magrib masih berkumandang di masjid dan musala, Rabu (13/3). Kegembiraan warga menyambut buka puasa berubah menjadi kepiluan.

Ada ibu yang sedang bingung, mengurus anaknya yang sedang sakit atau menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Ada ayah yang entah harus bekerja atau ingin membeli makanan berbuka. Ada anak yang sedang asyik menunggu makanan berbuka puasa.

Semua pengungsi tampak bingung hendak melakukan apa, semua ini disebabkan banjir yang melanda Kota Palangka Raya. Akhirnya sejak awal puasa pertama mereka berbuka di tempat yang asing bagi mereka.

Ratusan warga terpaksa diungsikan di gedung KNP Provinsi Kalteng akibat banjir yang menerobos masuk ke dalam rumah mereka. Setiap hari mereka terus berharap banjir segera pulang ke tempat asalnya. Namun, bukannya pergi malah mereka semakin banyak datang memasuki rumah-rumah warga dan memaksa mereka keluar dari tempat tinggalnya.

Banjir gimana bisa terjadi? dipicu dari hujan lebat yang mengguyur Kota Palangka Raya kah? Selama 15 bulan ini 4 kali Palangka Raya kebanjiran.

Tahun ini 18 kelurahan dari 4 kecamatan terendam banjir diseluruh wilayah Kota Palangka Raya.

“Hujan lebat disertai angin kencang melanda sebabkan sungai Kahayan dan sungai Rungan meluap,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi melalui Manajer Pusdalops PB BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet.

Luapan air sungai tersebut menyebabkan banjir hingga merendam rumah warga hingga mencapai ketinggian 170 cm. Berdasarkan data sementara ribuan rumah terendam banjir dan

“Dari 18 kelurahan yang terendam banjir, yang terbanyak terjadi di daerah Kecamatan Jekan Raya, akibat meluapnya sungai Kahayan,” bebernya

Mau tak mau semua pengungsi tampak harus siap Ramadan kali ini mereka terpaksa berbuka di di sebuah gedung biru tempat pengungsian. Entah kepada siapa mereka berharap, apakah polisi, tentara dan petugas bencana mampu mengusir banjir dari rumah-rumah mereka agar mereka kembali menjalani ramadan di tempat asal mereka?

Akibat dari banjir ini total kepala keluarga yang terdampak semakin bertambah akibat debit air yang terus naik.

“Sekarang ada total 5.882 KK yang terdampak, lalu rumah yang tergenang sebanyak 2.613 rumah dan korban jiwa mencapai 5 orang,” jelas Hendrikus.

 

Pemko Tetapkan Tanggap Darurat Banjir

Palangka Raya yang saat ini sedang dikepung air mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Palangka Raya. Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi secara resmi mengumumkan peningkatan status kebencanaan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana banjir.

Penetapan diambil setelah rapat yang dilakukan Asisten 1, Sahdin Hasan, dan dihadiri oleh perwakilan TNI, Polri, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Posko SDN 1 Langkai, Senin(11/3) kemarin.

Status tanggap darurat banjir berlaku selama tujuh hari ke depan dan dievaluasi setiap hari untuk memastikan respons yang cepat dan efektif terhadap situasi banjir yang terjadi.

“Ini adalah respons kita melihat kondisi banjir yang ada di Palangka Raya. Kita akan terus memberikan penanganan yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Budi pun mengimbau kepada masyarakat agar terus waspada akan potensi kenaikan debit air. Terutama terhadap kawasan yang kerap terdampak kenaikan debit air.

“Bagi masyarakat yang tempat tinggalnya rawan banjir bisa mengungsi di posko yang sudah disiapkan,” pungkasnya.rmp

 

-
-
-