Ekobis  

OJK Imbau Masyarakat Jangan Tergiur Pinjol Ilegal untuk Lebaran

BUKA BERSAMA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng Otto Fitriady beserta jajarannya, kalangan media dan komunitas inklusi dan literasi keuangan Kalteng foto bersama dalam kegiatan buka puasa bersama di Cafe Origano, Selasa (2/4).TABENGAN/ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tinggal hitungan hari lagi, seluruh masyarakat muslim mulai melakukan persiapan untuk merayakan Hari Kemenangan tersebut.

Tentunya tak sedikit uang yag diperlukan untuk membeli berbagai perlengkapan Lebaran, pakaian baru, dana mudik ke kampung halaman maupun dana untuk dibagikan ke sanak saudara.

Dalam hal ini, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng Otto Fitriady mengimbau masyarakat agar jangan tergiur menggunakan dana dari pinjaman online (pinjol) ilegal atau investasi ilegal untuk Lebaran. Mengingat bunga pinjol tersebut cukup besar berkisar 20-25 persen.

“Menjelang Lebaran, jangan lupa kalau mendapatkan penawaran pinjaman online ilegal atau investasi ilegal jangan sampai tergiur. Jangan ambil pinjol buat kebutuhan Lebaran, lebih baik gunakan saja THR,” kata Otto kepada sejumlah media disela kegiatan Buka Puasa Bersama media dan komunitas inklusi dan literasi keuangan, di Cafe Origano, Selasa (2/4) sore.

Otto juga menyampaikan bahwa industri jasa keuangan telah melakukan persiapan jelang Lebaran, mengingat hal ini rutinitas setiap tahun.

Dijelaskannya, biasanya untuk operasional bank-bank akan buat layanan operasional terbatas di beberapa kantor cabang tertentu. Dimana masing-masing bank akan menyampaikan pengumuman kepada nasabah terkait ketersediaan uang untuk penarikan masyarakat.

“Iitu biasanya sudah diantisipasi oleh industri jasa keuangan bersama dengan Bank Indonesia,” ucap Otto.

“Jadi tidak terlalu menjadi isu baru bagi teman-teman industri jasa keuangan. Selama ini juga tidak pernah ada keluhan dari masyarakat kalau Lebaran susah narik uang, susah melakukan transaksi, susah melakukan aktivitas yang berhubungan dengan lembaga jasa keuangan,” sambungnya.

Bahkan layanan aduan melalui call center juga tidak akan terganggu meskipun hari besar keagamaan. Dari masing-masing industri jasa keuangan selalu berlaku layanan 24 jam.

Otto menambahkan, pada cuti bersama yang dimulai Senin tanggal 8 Maret ini, biasanya masih ada perbankan yang operasional terbatas. Termasuk layanan dari Bank Indonesia untuk penukaran uang dan lain-lain.rca