-
PEMKAB KOTIM

Bupati Lakukan Peletakan Batu Pertama Pabrik Pengolahan Limbah

50
×

Bupati Lakukan Peletakan Batu Pertama Pabrik Pengolahan Limbah

Sebarkan artikel ini
-

PENGELOLAAN LIMBAH-Bupati Kotim Halikinnor ketika melakukan peletakan batu pertama (Selviani)

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor melaksanakan peletakan batu pertama untuk pabrik pengolahan limbah B3 medis Rabu (15/5/2024).

Halikinnor menghadiri kegiatan tersebut bersama Sekda Kotim Fajrurrahman, Kepala DLH Kotim Machmoer, Manajemen PT Bumi Resik Nusantara Raya di titik lokasi pembangunan.

Dalam sambutannya Bupati Kotim Halikinnor mengatakan keberadaan pabrik pengolahan limbah B3 medis di Kalimantan Tengah sangat dibutuhkan. Mengingat selama ini limbah B3 medis seluruh fasilitas pelayanan kesehatan se-Kalimantan Tengah dikirim ke Kalimantan Timur dengan biaya dan resiko yang cukup besar.

“Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui PT Hapakat Betang Mandiri mengupayakan agar limbah B3 medis di Kalimantan tmTengah dapat dikelola di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan biaya dan resiko yang efisien serta nantinya dapat di jual sebagai pendapatan PT. Betang Hapakat Mandiri selaku anak perusahaan BUMD dan pendapatan daerah,” ujarnya.

Dilanjutkannya, PT. Betang Hapakat Mandiri yang merupakan anak perusahaan BUMD diharapkan setelah dilakukannya peletakan batu pertama tersebut dapat segera bersama-sama dengan PT. Bumiresik Nusantara Raya agar dapat segera melaksanakan pembangunan dengan waktu yang tidak terlalu lama sampai pada operasional pabrik nantinya. Mengingat pentingnya realisasi operasional pabrik pengolahan limbah B3 medis ini yang sudah dinantikan oleh seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah.
Harapan besar dari pendirian pabrik ini juga bukan hanya sebatas peruntukan limbah semata, namun juga pabrik ini diharapkan memproduksi barang yang mempunyai nilai jual sebagai pendapatan BUMD dan pendapatan daerah.

Dijelaskannya pengelolaan limbah di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak hanya terfokus pada limbah B3 medis saja, kedepan di lokasi tempat pemroresan akhir KM 14 ini dapat pula dibangun pabrik yang dapat mengolah limbah domestik yang kita liat keberadaannya saat ini sudah menumpuk.

“Untuk itu, saya minta kepada PT. Hapakat Betang Mandiri dapat juga merealisasikan pengolahan limbah domestik yang keberadaannya dapat mengatasi masalah sampah di Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan demikian lokasi tempat pemrosesan akhir ini benar-benar dapat kita fungsikan semaksimal mungkin untuk pengolahan limbah se-Kalimantan Tengah, dan dapat juga memberikan nilai tambah yang lain untuk menyerap tenaga kerja lokal serta sarana pendidikan bagi masyarakat untuk hidup berbudaya bersih, sehat dan bermanfaat,” tandasnya. (MS)

-
-
-