PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kalimantan Tengah boleh bersyukur pernah dipimpin Dr Agustin Teras Narang SH selama 2 periode. Tepatnya periode 2005-2010 dan periode 2010-2015. Sejumlah pembangunan dan program kerja dilaksanakan dengan baik, meskipun Kalteng memiliki keterbatasan anggaran yang besar.
Selama pemerintahan Agustin Teras Narang (Terang) tercatat ada sejumlah program dan pembangunan yang berhasil dikerjakan. Pembangunan yang paling fenomenal adalah ruang Palangka Raya Barito, dan juga Jalan Layang Tumbang Nusa. Program infrastruktur menjadi yang masuk dalam skala prioritas dalam menunjang Program Membuka Keterisolasian.
Program lain adalah Kalteng Harati dan Kalteng Barigas. Kedua program ini bagaikan sisi koin yang tidak terpisahkan. Kalteng Barigas menjadi salah satu yang dikenal sampai saat ini adalah keberhasilan Agustin Teras Narang untuk meminta PT Adaro memberikan sumbangan bagi Kalteng dibidang kesehatan.
Hasilnya, kata Senator Kalteng ini, diresmikannya meresmikan Instalasi Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Doris Sylvanus hasil hibah dari PT Adaro Indonesia. Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kalteng tentunya.
“Menjabat sebagai Gubernur Kalteng, saya meresmikan Instalasi Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Doris Sylvanus hasil hibah dari PT Adaro Indonesia. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalteng, dalam mendukung upaya, dan langkah pemerintah dibidang kesehatan,” kata Bapak Pembangunan Kalteng ini, Kamis (16/5), di Palangka Raya.
Sekarang, kata Anggota DPD RI Kalteng ini, masalah pendidikan dan kesehatan tetap, dan terus diperjuangkan, dan dikembangkan. Belum lama ini sudah melakukan revitalisasi terhadap Klinik Eka Karigas. Harapan besar Klinik Eka Karigas yang telah direvitalisasi Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat.
“Ini mengingatkan sesuatu yang prinsip bagi saya. Tentang pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur yang pernah saya gencar lakukan dalam kepemimpinan sebagai Gubernur Kalteng. Langkah yang diibaratkan sebagai upaya mewujudkan semangat dalam lagu Indonesia Raya,” tambah Teras Narang.
Konteks kebangsaan dan daerah, bangunlah badannya berarti membangun wajah infrastruktur kita yang terkoneksi baik. Sementara bangunlah jiwanya berarati membangun sumber daya manusia yang hidup di daerah kita.
Dalam konteks masyarakat, membangun jiwa berarti melalui pendidikan. Sementara membangun badan, berarti membangun kesehatan. Tidak ada orang bisa belajar bila kesehatannya buruk. Begitu pun tak guna menjadi sehat badan semata, tapi tidak mampu berbagi pengetahuan dan kepedulian kepada sesama dengan cinta kasih.
Teras Narang berpesan, kesehatan adalah sektor penting yang perlu dibangun bersama pendidikan, untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul. Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa membangun daerah dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Kalteng Barigas atau Kalteng Sehat, jelas Teras Narang, saat dulu kami desain di kepemimpinan saya sebagai Gubernur Kalteng, bukan sekadar program. Tapi beranjak dari kesadaran, kesehatan sebagaimana pendidikan, adalah kunci kita memajukan daerah. Agar putri-putra daerah kita tak hanya menjadi penonton dan tersingkir oleh kompetisi di dalam maupun di luar daerah, termasuk di luar negeri.
“Menjelang dan menuju Pilkada 2024 ini, penting bagi rakyat Kalteng memahami jejak rekam calon kandidat. Agar kita menyokong mereka yang punya komitmen memajukan pembangunan sektor kesehatan bersama pendidikan, tanpa pilih kasih. Berkomitmen artinya, memiliki konsep yang terukur, terstruktur, sistematis, dan masif. Sebab mesti diakui membangun sektor kesehatan di wilayah yang seluas nyaris 1,5 kali Pulau Jawa, bukanlah hal mudah. Maka terobosan dan inovasi untuk membangun sektor kesehatan sangat diperlukan,” pesan Tokoh Kalteng ini.
Teras Narang mengingatkan, masyarakat mesti jeli dilatih mengenali calon yang punya program kesehatan ke depannya. Bukan hanya sekadar mengandalkan politik uang, yang lalu kemudian justru mengabaikan dan mengorbankan masa depan masyarakat pemilihnya.
Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?.ded





