PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Kalimantan Tengah (Kalteng) akan berlangsung pada periode bulan Juni, Juli, hingga Agustus 2025.
Berdasarkan analisis cuaca terbaru, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung normal, dengan kecenderungan curah hujan yang lebih rendah dibandingkan rata-rata tahunan.
Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya Ika Priti mengungkapkan, pola angin timuran mulai menguat sejak akhir Mei, menandakan peralihan musim sudah terjadi.
“Puncak musim kemarau di Kalteng diperkirakan akan terjadi pada bulan Juli dan Agustus, di mana hampir tidak ada hujan signifikan yang turun,” ujarnya, Senin (5/5).
Meski musim kemarau tahun ini diprediksi tidak sekuat fenomena tahun lalu, masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai dampak kekeringan, terutama bagi sektor pertanian, perikanan, dan kebutuhan air bersih. Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian serius.
“Waspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah. Kami meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun,” imbuhnya.
BMKG juga menyarankan masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan tetap menjaga kesehatan di tengah suhu udara yang diperkirakan bisa mencapai 33–35 derajat Celsius pada siang hari.
Kemudian, masyarakat diminta agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun. Karena potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan.
“Kurangi kegiatan di luar ruangan dan ketika berada di luar ruangan untuk menggunakan penutup wajah/masker terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, anak-anak, ibu hamil dan orang tua usia lanjut,” lanjutnya.
Pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini akan terus disampaikan BMKG secara berkala untuk memastikan masyarakat Kota Palangka Raya tetap waspada dan siap menghadapi musim kemarau tahun ini. dte











