Hukrim

Penemuan Mayat di Sebuah Rumah Gegerkan Warga Pandu Senjaya 

45
×

Penemuan Mayat di Sebuah Rumah Gegerkan Warga Pandu Senjaya 

Sebarkan artikel ini
Penemuan Mayat di Sebuah Rumah Gegerkan Warga Pandu Senjaya 
Rumah tempat ditemukan milik AZ dalam kondisi sudah tinggal tulang belulang 

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID  –  Warga desa Pandu Senjaya Kecamatan Pangkalan Lada digegerkan dengan adanya temuan kerangka manusia dalam sebuah rumah yang ada di RT 30 Desa Pandu Senjaya, pada hari Senin (12/5) pada pukul 10.30 Wib.

Berdasarkan informasi, kerangka manusia beridentitas jenis kelamin laki-laki, yang berinisial AZ (55), berdasarkan dari KTP yang dimiliki korban , bahwa korban merupakan  warga jalan Pangeran Antasari Rt 01, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan.

Berdasarkan informasi, korban merupakan warga Pangkalan Bun,  akan tetapi sejak lama tinggal di desa tersebut di sebuah rumah yang dalam belum jadi. korban juga memiliki truk dan kerap di parkir di depan rumah tersebut.

Berdasarkan warga di sekitar rumah korban, biasanya jika korban berada di rumah akan nampak kendaraan truknya yang terparkir, akan tetapi hampir satu bulan lebih ini tidak pernah terlihat.

Kepala Desa Pandu Senjaya Jumilan ketika di konfirmasi Tabengan melalui handphone mengatakan, penemuan mayat tersebut bermula dari anak-anak desa yang akan mancing  dan kebetulan lewat di depan rumah korban.

“Ada 4 orang anak hendak memancing kebetulan lewat, kemungkinan anak-anak itu ngintip dari jendela, melihat sesuatu yang mencurigakan, kemudian lapor ke Ibunya, dan kemudian orang tua anak-anak itu menyampaikan ke tetangganya dan melaporkan ke aparat desa,” ujar Jumilan.

Menurut Jumilan, korban dirumah tersebut tinggal seorang diri, istrinya berada di Semarang, sementara anaknya ada 2 orang, yang satunya di Pangkalan Bun dan satunya bertugas di Jakarta.

“Korban ditemukan di atas kasur, sepertinya lebih dari satu bulan korban sudah meninggal dunia, rambutnya saja sudah berserakan di kasur, dan wajahnya sudah tidak dikenali,” ujar Jumilan.

Menurut Jumilan, setelah korban di lakukan otopsi di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun langsung di bawa oleh keluarga korban yang ada di Kota Pangkalan Bun. (Yulia)